<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Forum Penulis Muda</title>
	<atom:link href="http://forlima.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://forlima.wordpress.com</link>
	<description>untaian kata remaja Islam</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Oct 2009 20:44:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='forlima.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ceced9f7d56f1ceb02a29f9758eab2a9?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Forum Penulis Muda</title>
		<link>http://forlima.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Mempertanyakan Relevansi OSPEK di masa kini</title>
		<link>http://forlima.wordpress.com/2009/10/07/mempertanyakan-relevansi-ospek-di-masa-kini/</link>
		<comments>http://forlima.wordpress.com/2009/10/07/mempertanyakan-relevansi-ospek-di-masa-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 20:44:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forlima</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forlima.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[diambil dari : setengahmateng.com
Dan satu orang lagi tewas.
Satu manusia lagi, manusia yang bergelar mahasiwa, yang telah menjalani empat semester masa kuliah di salah satu universitas terbaik di negara ini, tewas tanpa tujuan yang jelas. Tewas dalam masa “pembinaan”, masa-masa dimana katanya seorang mahasiswa akan dibentuk menjadi mahasiswa yang lebih hormat terhadap senior, terhadap almamater, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=161&subd=forlima&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-162" title="bartinitiation" src="http://forlima.files.wordpress.com/2009/10/bartinitiation.png?w=150&#038;h=94" alt="bartinitiation" width="150" height="94" />diambil dari : setengahmateng.com</p>
<p>Dan satu orang lagi tewas.</p>
<p>Satu manusia lagi, manusia yang bergelar mahasiwa, yang telah menjalani empat semester masa kuliah di salah satu universitas terbaik di negara ini, tewas tanpa tujuan yang jelas. Tewas dalam masa “pembinaan”, masa-masa dimana katanya seorang mahasiswa akan dibentuk menjadi mahasiswa yang lebih hormat terhadap senior, terhadap almamater, dan entah siapa lagi.</p>
<p>Yang jelas, menurut mereka yang menjadi pembina, OSPEK bertujuan positif. Ia diprogram sebagai alat pembentukan mental “manusia-manusia asing” yang baru saja masuk kedalam satu institusi sehingga mereka menjadi mahluk yang “akrab” dengan rasa hormat terhadap “senior”.<span id="more-161"></span></p>
<p>Pertanyaannya, masih relevankah OSPEK pada tahun 2009, ditengah gema reformasi politik dan keterbukaan informasi lewat internet? Apakah memang pelaksanaan OSPEK berbanding lurus dengan pembentukan mental mahasiswa-mahasiswa Indonesia menjadi pelajar yang ideal?</p>
<p>Dalam hemat saya yang juga masih bergelar mahasiswa, rasanya tidak. Tidak, tidak, dan tidak. Kenapa saya berpdandangan demikian? Saya akan jelaskan.</p>
<p>Mempertanyakan Relevansi OSPEK</p>
<p>Saat mendengar singkatan OSPEK pertama kali dalam hidup saya di SMP, dalam pikiran saya mendadak terbayang satu kata lain : senioritas. Ya. OSPEK dalam mata saya adalah suatu penggemblengan yang melibatkan kakak-kakak yang lebih dulu masuk ke sekolah, dengan proses yang macam-macam anehnya, berbagai tugas yang kadang gak jelas tujuannya, dan baju yang aneh kelihatannya. OSPEK adalah menyeregamkan. Belum apa-apa, kita sudah diberi daftar barang yang harus kita pakai dan gunakan setiap hari selama masa “penggemblengan”. Kita dipaksa mengikuti apa yang diperintahkan sang senior, apapun alasannya. Kalau tidak, hukum!</p>
<p>Entah mengapa, saat itu, saat pikiran saya sibuk memikirkan dan mencari-cari manfaat OSPEK, justru satu kata lain yang tersibak di alam bawah sadar saya : militerisme. OSPEK pada hakekatnya sangat-sangat-sangat dekat dengan pendidikan gaya militer, karena pendekatan yang digunakan adalah pendekatan seragam. Dalam mekanisme pendidikan gaya militer, anda bukan lagi manusia yang punya otak, mata, telinga dan mulut sendiri-sendiri. Anda adalah mesin pembunuh. Anda diperintahkan untuk menggunakan satu seragam, satu helm, sepasang sepatu dan satu pucuk senjata yang dibagikan merata ke seluruh anggota. Anda berjalan dengan satu perintah. Apabila satu orang dihukum, maka semua harus merasakan. Anda dilarang mengeluarkan pendapat anda. Semua terbatas, dan sistem komando berlangsung dengan susunan vertikal. Semua harus nurut komandan.</p>
<p>Pada awalnya, sistem pendidikan gaya begini terdengar baik dan positif sifatnya. Anda diajarkan untuk menekankan kebersamaan. Anda diajarkan untuk menjadi disiplin. Anda dibentuk menjadi manusia yang efisien.</p>
<p>Tapi sayangnya, sistem pendidikan militer disebut sistem pendidikan militer karena ia hanya cocok dijalankan pada lingkungan militer, bukan sipil. Ini tidak lain karena pada lingkungan militer anda harus selalu siaga. Anda dipersiapkan untuk kapan pun berperang. Anda harus dibuat tegang dan penuh ketakutan, karena anda disiapkan untuk medan perang. Sesungguhnya, sistem pendidikan militer dibangun atas asas bahwa anda saat ini sedang berperang. Dan ini sangat berbeda jauh dengan lingkungan sipil. Pada sistem pendidikan sipil, penekanan justru terletak pada pendekatan individualistik. Manusia, walau ia adalah mahluk sosial yang bersemangat kolektif, adalah mahluk yang unik. Ia berbeda-beda. Saya, yang senang menulis di blog tentu berbeda dengan sepupu saya yang senang ngaji dan bernasyid. Orangtua saya, walau sudah mengetahui satu sama lain dan menikah bertahun-tahun, tetap adalah dua manusia berbeda yang sedang mencari persamaan. Ini sebabnya pertengkaran itu harus dan tetap ada.</p>
<p>Manusia adalah unik dan harus diperlakukan sebagai mahluk yang unik!</p>
<p>Disini, pada titik ini, yang menyebabkan “penggemblengan” gaya OSPEK menjadi tidak efektif dan tidak relevan. Seperti yang sudah saya sebutkan di awal post ini, pendidikan gaya OSPEK sesungguhnya adalah pendidikan gaya militer yang menekankan keseragaman dan efisiensi. Namun jelas, karena setelah OSPEK selesai mahasiswa hidup di lingkungan yang tidak sama dengan lingkungan saat menjalankan OSPEK, yaitu lingkungan sipil, ia akan kembali menjadi manusia sipil. Tidak efisien, kadang lupa, khilaf, dan berbeda-beda. OSPEK dengan gaya pergi ke gunung, suruh lari telanjang dan sebagainya hanya akan efektif kalau sang mahasiswa kuliah di gunung, sambil lari telanjang dan sebagainya.</p>
<p>Dalam hal ini, saya harus memuji langkah yang diambil oleh Panitia OKK UI 2008 lalu yang saya ikuti. OKK UI kemarin menjauhkan diri dari inisiasi penuh militerisme, dan malah menyuruh mahasiswa menulis esai, cerpen dan diskusi terbuka antar mahasiswa. Kita sebagai mahasiswa harusnya bangga dengan OSPEK gaya begini, karena ini berarti kita dihargai dan diperlakukan sebagai manusia yang unik dan memiliki pemikiran pribadi.</p>
<p>Sehingga karena perbedaan lingkungan yang tidak memungkinkan seorang mahasiswa untuk meneruskan apa yang ia pelajari di OSPEK selain “kalau ada senior harus hormat” yang pada dasarnya adalah pengetahuan dasar moral manusia yang tidak harus dipelajari melalui proses inisiasi fisik yang melelahkan, maka saya nilai OSPEK tidak relevan dan jauh dari apa yang disebut efektif.<br />
Lebih jauh tentang efektivitas</p>
<p>Satu pertanyaan lagi yang saya tanyakan di awal posting adalah : Berbanding Luruskah pelaksanaan OSPEK dengan meningkatnya kualitas mahasiswa dan universitas di Indonesia?</p>
<p>Pertanyaan ini justru melahirkan pertanyaan baru lagi : Bagaimana anda memandang kualitas mahasiswa kita saat ini?</p>
<p>Saya bukan ingin merendahkan bangsa sendiri, merendahkan sesama mahasiswa, merendahkan universitas yang jelas sudah berjuang untuk meningkatkan kualitas, tapi jelas, berdasarkan standar Webometrics, hanya tiga universitas di Indonesia yang masuk 1000 besar universitas dunia. UGM, ITB, dan UI. Dan tiga-tiganya pun berada di luar 500 besar dunia. Nama Indonesia pun masih bertengger dalam 50 besar negara terkorup di dunia. Persepsi kualitas lulusan universitas di Indonesia diluar nama-nama besar Universitas Negeri yang sulit beranjak dari kejayaan masa lalu membawa cap hitam besar : dipertanyakan.</p>
<p>Tidak usah muluk-muluk, lihat praja-praja IPDN (yang dulu bernama STPDN) yang lulus dari institusi pendidikan dengan nama yang sudah sangat erat dengan seniorisme, isu rasial dan tewasnya mahasiswa karena sebab yang kurang jelas tiap tahunnya. Mereka mungkin adalah orang-orang yang paling dikorbankan dengan praktek inisiasi penuh kekerasan yang dulu (belum ada lembaga monitoring yang melaporkan keadaan IPDN saat ini) pernah dijalankan, yang menewaskan praja-praja yang adalah pelajar terbaik di Indonesia dengan news exposure yang gila-gilaan di media massa. Bukan apa-apa, hasil didikan STPDN/IPDN yang menghasilkan birokrat/pegawai pemerintahan bukan lagi dipertanyakan, tapi negatif dalam persepsi masyarakat. Ingat pamong praja? Ingat image PNS? Ingat image lurah, kades, camat, atau petugas apapun yang melayani anda bikin KTP? Selalu negatif.</p>
<p>Lalu apa sebenarnya hasil inisiasi yang dibangga-banggakan oleh STPDN/IPDN sebagai “proses penggemblengan yang mendidik”? Seragam? Rambut plontos? Cara jalan yang seperti tentara? Atau cuma imej terpandang, terhormat, yang didapatkan lewat menyiksa junior dengan niat “mendidik”?</p>
<p>Karena itu, jelas, pelaksanaan OSPEK pada tingkat apapun dimanapun kapanpun selama ia masih bersifat militeristik, penyeragaman dan sistem komando vertikal (dari atas kebawah, dari senior ke junior), ia tidak akan memberikan efek apapun dan tidak berbanding lurus dengan peningkatan kualitas mahasiswa dan universitas. Kalaupun ada peningkatan, maka ia adalah peningkatan berbasis ketakutan. Karena itu, sifatnya sementara dan tidak stabil.<br />
Catatan SetengahMateng Lainnya</p>
<p>Banyak mahasiswa yang menyenangi proses OSPEK karena “nyantai aje bro, yang penting asik….lagian anggep aja lucu-lucuan, kan cuma disuruh push-up doang”. Sungguh saya cuma bisa terdiam mendengarnya. Pelaksanaan OSPEK dalam artian yang berorientasi militeristik dan kekerasan apapun namanya adalah tindak penghinaan terhadap intelegensi kaum yang harusnya bangga dengan gelar dirinya : mahasiswa. Kita sebagai mahasiswa dinilai dari intelektualitas, fleksibilitas (nyante aje bro <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ) dan sensitivitas. Kita bukan dikenal karena kita menghormati senior. Menghormati senior adalah harus, selayaknya menghormati guru dan orang tua. Namun menjalani tindak penghinaan hanya untuk mencapai tujuan “menghormati senior” adalah sesuatu yang mubazir, apalagi kalau sampai mengorbankan jiwa dan nyawa.</p>
<p>Karena itu, <strong>hilangkan ospek yang penuh kekerasan!</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forlima.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forlima.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forlima.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forlima.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forlima.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forlima.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forlima.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forlima.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forlima.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forlima.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=161&subd=forlima&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forlima.wordpress.com/2009/10/07/mempertanyakan-relevansi-ospek-di-masa-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f663aac9798fe53b5ceb3d5740c355d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forlima</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://forlima.files.wordpress.com/2009/10/bartinitiation.png?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">bartinitiation</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Euforia Kelulusan</title>
		<link>http://forlima.wordpress.com/2009/07/31/euforia-kelulusan/</link>
		<comments>http://forlima.wordpress.com/2009/07/31/euforia-kelulusan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 17:59:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forlima</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forlima.wordpress.com/2009/07/31/euforia-kelulusan/</guid>
		<description><![CDATA[	Tret..tet..tet… sobat, siang itu terasa begitu ramai, padahal cuacanya panas banget. Itu bukan keriuhan rakyat Indonesia mau mendukung Indonesia all-star ngelawan MU, yang akhirnya ngga jadi. Bukan pula suara simpatisan parpol mau kampanye. Tapi, itu cuman suara temen-temen kita yang lagi melampiaskan suka cita mereka setelah dinyatakan lulus.

	Yup, kayaknya udah jadi ritual tahunan bagi para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=155&subd=forlima&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://forlima.files.wordpress.com/2009/07/euforia-kelulusan.jpg?w=229&#038;h=173" alt="euforia-kelulusan" title="euforia-kelulusan" width="229" height="173" class="alignleft size-full wp-image-158" />	Tret..tet..tet… sobat, siang itu terasa begitu ramai, padahal cuacanya panas banget. Itu bukan keriuhan rakyat Indonesia mau mendukung Indonesia all-star ngelawan MU, yang akhirnya ngga jadi. Bukan pula suara simpatisan parpol mau kampanye. Tapi, itu cuman suara temen-temen kita yang lagi melampiaskan suka cita mereka setelah dinyatakan lulus.<br />
<span id="more-155"></span><br />
	Yup, kayaknya udah jadi ritual tahunan bagi para pelajar untuk ngerayain kelulusan mereka dengan hura-hura deh. Entah itu yang SMA, SMK, negeri maupun swasta bahkan yang SMP pun ikut meneladani sikap kakak-kakaknya. Mereka seakan menjadi sosok yang begitu berbeda dibanding saat sebelum ujian. Yang biasanya abis pulang sekolah langsung ke tempat bimbel, tas isinya penuh dengan buku, wajah-wajah suntuk karena belajar (segitunya&#8230;) sangat tidak tercermin dalam perilaku mereka saat itu. Bersepeda motor dengan baju penuh corat-coret (mendingan disedekahin tuh!), tingkah yang urakan serta teriakan kegirangan yang membahana. Kayaknya gak ada bedanya deh ama topeng monyet.</p>
<p>	Jerih payah semua pihak, baik itu sekolah, orang tua, bahkan saudara-saudara mereka dalam mempersiapkan mereka menghadapi ujian langsung terlupakan. Doa-doa dan ibadah-ibadah yang semakin rajin mereka lakukan sebelum ujian pun seolah tak berbekas sama sekali. </p>
<p>	Tentu hal seperti itu sangat ironis sekali. Bagaikan jauh panggang dari api dengan tujuan pendidikan kita. Bukankah kita bersekolah untuk menuntut ilmu? Bukankah seharusnya semakin tinggi tingkat pendidikan kita, semakin tinggi pula tingkat intelektualitas kita?</p>
<p>	Tapi sobat, sepertinya itu semua cuma jadi teori. Alumnus pendidikan kita mayoritas hanyalah individu-individu yang minim kepribadian. Yang setingkat SMP hobinya nge-game, yang SMA terkenal hura-hura, yang mahasiswa pun jago tawuran. Tingkat intelektualitasnya pun patut diragukan. Kok bisa lulusan S2 bikin lagu macam ”tak gendong&#8230; kemana-mana&#8230;”?</p>
<p>	Masyarakat kita pun sepertinya sedang mengalami krisis kepercayaan diri yang akut. Berbagai cara dipakai untuk mencapai apa pun yang diinginkan. Terserah bagaimana caranya, ngga peduli halal-haram, benar-salah, langsung aja terabas&#8230; Mulai dari pejabat, pengusaha, sampai ke pelajarnya. Ujian ngga&#8217; lagi dijadikan sebagai sarana untuk mengukur kemampuan. Tetapi seakan-akan ujian itu sendirilah yang menjadi tujuan dalam belajar. Seolah setelah lulus ujian, semuanya dianggap selesai. Bila kita lulus dengan nilai memuaskan, berarti kita telah berhasil dalam belajar. Demikian pula sebaliknya, bila kita tidak lulus atau lulus dengan nilai pas-pasan, berarti belajar kita masih kurang.</p>
<p>	Lulus menjadi harga mati seorang pelajar dalam menghadapi ujian. Kalo gagal, dunia seakan menjadi kelam (duilee..). Cercaan, rasa bersalah, merasa rendah diri pun langsung muncul. Klo dah gini, langsung deh kehilangan semangat hidup, hidup segan mati pun tak mau. Akibatnya, beban hidup menjadi begitu berat. Narkoba, free sex, hedonisme akhirnya menjadi pelampiasan. </p>
<p>	Sobat, memang sebagai seorang manusia, yang namanya pelajar pasti juga punya rasa takut. Takut dimarahi ortu, takut direndahkan, takut dicerca, yang itu semua akhirnya membuat kita merasa takut untuk gagal. Padahal sejatinya, ukuran sukses-gagalnya kita ya di akhirat nanti. Apakah ntar kita sukses meraih ridho-Nya ato justru gagal dengan dimurkai oleh-Nya. Ridho Allah semata yang menjadi tujuan bagi kita, bukannya Ridho Rhoma (klo itu sih, keblinger namanya!!!). </p>
<p>	Walhasil, kalau kita sudah paham dengan makna sukses-gagal yang sejati, seharusnya hanya kepada Allah sajalah kita selayaknya merasa takut. Namun, kita justru lebih takut kepada makhluk dibanding kepada Sang Pencipta. Kita lebih takut ketahuan guru nyontek daripada ketahuan sama Allah. Kita lebih takut dimarahi manusia dibanding dimarahi Allah. Kita lebih takut gagal di dunia daripada gagal di akhirat kelak.</p>
<p>	Asalkan tidak melanggar apa yang telah ditetapkan oleh Allah, ndak usah sedikit-sedikit merasa takut untuk gagal di dunia. Tapi, jadikan kegagalan itu sebagai pelajaran bagi kita. Bukankah experience is the best teacher? Jangan sampai kita malah terjerumus ke lubang yang sama berkali-kali. Lha, keledai aja ndak pernah kejeblos lubang yang sama dua kali, masak kita sebagai seorang manusia kalah sama keledai? So, jangan pernah takut untuk gagal di dunia ini! Kalau memang terlanjur gagal, segera bangkit, Live must go on! Jangan malah semakin terpuruk merenungi kegagalan. </p>
<p>	Tapi ingat sobat, kesuksesan yang kita raih bukan semata karena usaha kita saja. Tapi, itu semua ada ”campur tangan” dari Allah. Maka dari itu, jangan sombong apalagi sampai takabbur dan kufur terhadap nikmat-Nya. Naudzubillahi min dzalik. Tetap rendah hati dan selalu bersyukur dengan taat kepada-Nya di setiap waktu.</p>
<p>	Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. Al-Baihaqi)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forlima.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forlima.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forlima.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forlima.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forlima.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forlima.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forlima.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forlima.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forlima.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forlima.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=155&subd=forlima&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forlima.wordpress.com/2009/07/31/euforia-kelulusan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f663aac9798fe53b5ceb3d5740c355d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forlima</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://forlima.files.wordpress.com/2009/07/euforia-kelulusan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">euforia-kelulusan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Take Me Out</title>
		<link>http://forlima.wordpress.com/2009/07/31/take-me-out/</link>
		<comments>http://forlima.wordpress.com/2009/07/31/take-me-out/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 17:32:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forlima</dc:creator>
				<category><![CDATA[buletin islamuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forlima.wordpress.com/2009/07/31/take-me-out/</guid>
		<description><![CDATA[	Sobat, ngobrolin acara tivi emang ga ada abisnya.. Mulai dari acara yang bermanfaat, seperti berita, dokumenter, de el el, sampe acara hiburan yang istilah ndeso-nya infotainment (gubraks..) sarat dengan gaya hidup yang gak syar’i. Gak percaya? Baru-baru ini nih, ada sebuah acara hiburan yang disuguhkan oleh stasiun tivi swasta negeri ini. Apa itu? Yup, kalo [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=153&subd=forlima&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>	Sobat, ngobrolin acara tivi emang ga ada abisnya.. Mulai dari acara yang bermanfaat, seperti berita, dokumenter, de el el, sampe acara hiburan yang istilah ndeso-nya infotainment (gubraks..) sarat dengan gaya hidup yang gak syar’i. Gak percaya? Baru-baru ini nih, ada sebuah acara hiburan yang disuguhkan oleh stasiun tivi swasta negeri ini. Apa itu? Yup, kalo kamu ngejawab Take me Out, nilai A deh buat kamu&#8230;<br />
<span id="more-153"></span><br />
	Emang sih, kalo dilihat sepintas dan sekilas, apalagi kalau dilihat dari kedalaman seratus meter dibawah permukaan tanah (Lebay ah, itu mau lihat tivi atau mau cari minyak bumi sih..) Maksudnya, kalau acara ini Cuma dilihat sekilas tanpa pemahaman dan pandangan yang bener, (serieus mode: on), maka pada akhirnya, gak salah dong kalo ada yang bertanya, &#8220;Emang apa salahnya sih? Itu kan baik, bantu orang cari jodoh..&#8221;  Nah, loh.</p>
<p>	Tuh kan, mungkin itu pertanyaan yang bakal terlontar. Terus? Ya, belok kiri trus belok kanan. Ada pertigaan, disitu tanya sama orang, apa jawabannya. Nah, kalau kalian ngebet mau tahu jawabannya gimana. Jangan berhenti bacanya, lanjutin terus sampe abis. Sip deh.</p>
<p>Take Me Out, Apaan tuh?</p>
<p>	Sobat, tahu gak? Acara yang ditayangkan tiap hari sabtu ini, sejatinya bukan murni karya anak negeri ini loh, melainkan, impor alias nyontek dari Amrik, itu tu negerinya Pak Lik (boso jowo: paman) Sam alias Amerika, dan udah ditayangkan juga di tiga negara Eropa (Spanyol, Belanda, Denmark) dan menyusul Inggris. Kalo di Indonesia, acara ini merupakan penayangan pertama kalinya di Asia (eits, jangan bangga dulu loh&#8230;). [info ini dapet dari www.takemeoutindonesia.com]</p>
<p>	Acara ini bertujuan mencarikan pasangan. Caranya gimana? dengan menghadirkan beberapa wanita yang berdiri di belakang meja pake tanda lampu. Trus, dihadirkan juga seorang pria yang selanjutnya buat para wanita yang tertarik supaya membiarkan lampunya tetap menyala. Bagi para wanita yang gak tertarik, diperkenankan mematikan lampunya (hemmmm&#8230; terusin deh).</p>
<p>	Selanjutnya, pembawa acara akan memperlihatkan profil tentang diri si pria. Bagi wanita yang lampunya masih menyala, diperkenankan mematikan lampunya jika gak tertarik setelah melihat profil yang disuguhkan. Tapi, buat yang tertarik bisa mbiarin lampunya teteup menyala. Namun jika terdapat lebih dari tiga lampu yang menyala, si pria harus mematikan lampu dari para wanita. Hingga tersisa tiga lampu yang dibiarin tetep menyala. Nah, kalo udah tinggal tiga lampu yang masih nyala, kemudian si pria bakal mengajukan satu pertanyaan untuk ketiga wanita. Bagi yang jawabanya dirasa kurang cocok menurut si pria, boleh dimatikan lampunya. Begitu selanjutnya, hingga tinggal satu wanita yang lampunya dibiarkan tetap menyala. </p>
<p>	Cuman, kadang-kadang nih, semua wanita matiin lampunya sehingga ngga ada yang menyala. Kalo udah kayak gene, itu artinya para wanita gak tertarik ama pria tersebut (keciaaan deh..).</p>
<p>	Bagi yang udah dapet pasangan, akan disediakan tempat  duduk di ruangan tersendiri. Disana mereka dibiarkan ngobrol ngalor ngidul untuk lebih mengenal satu sama lain. Trus diluar acara itupun, mereka bakal dipantau terus perkembangan hubungan mereka (pake detektif kalee). Tuh kan, kalau dilihat sekilas memang gak ada yang salah dari acara ini. Tapi kalau kita jeli dan cermat, kita bakal menemukan hal-hal yang gak sesuai dengan Islam.</p>
<p>Gak percaya? Baca lanjutannya !</p>
<p>	Sobat, dalam pandangan Islam, mencari istri atau suami ngga lain adalah untuk membina sebuah rumah tangga atau keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah dan bernilai ibadah di hadapan Allah swt. Tentunya ada rambu-rambu yang sudah ditentukan, trus dalam pelaksanaannya, cara dan tujuannya harus bener, karena kalo salah satunya salah, maka gak akan dinilai sebuah ibadah oleh Allah swt. Rosulullah saw. bersabda:<br />
” Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat.”</p>
<p>Dan Rosulullah saw. juga bersabda:<br />
”Barangsiapa melakukan amalan yang tidak kami perintahkan, maka amalanya tertolak.”</p>
<p>	Nah, kalau udah ga diterima, bukannya pahala, bisa-bisa malah dosa yang kita dapetin. Terlepas dari tujuan acara itu sebenernya, kita bisa simpulkan sendiri, acara itu tujuannya bener atau nggak. Kalo di sini nih, (dimana hayo?.. ya di buletin kesayangan kamu ini loh..), kita coba bahas dari sisi cara yang dipake buat cari pasangan. Gimana tuh caranya? Baca terus deh ampe kelar.</p>
<p>	Sobat, kalo kita ikuti acara itu ampe tuntas, mungkin kita bisa ngambil kesimpulan, bahwa untuk mengenal pasangan yang bakal menjadi istri atau suami kita adalah dengan cara pacaran. Karena acara ini mendesain para peserta yang nantinya mendapat jodoh, akan menjalani masa penjajakan dengan cara pacaran. Padahal dalam Islam pacaran itu haram atau dilarang loh, Mau tahu kenapa? </p>
<p>	Kalo kita perhatikan lebih dalaaaaam lagi.. ampe ke dasar (emang sumur?..) ketika peserta udah menemukan pasangannya, sang pembawa acara akan memancing mereka (bukan mancing ikan loh) untuk saling mengungkapkan rasa cinta kepada pasangannya, bisa dengan berpelukan atau berciuman ( :-* iiihh&#8230;&#8230;). Padahal di antara mereka belum ijab qabul alias menikah. Jadi intinya masih belum halal tuh. Berkaitan dengan hal ini Rosulullah saw. pernah bersabda:</p>
<p>”Demi Allah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”<br />
(HR.ath-Thabrani)</p>
<p>	Nah, sudah tahu kan salahnya dimana? Kalau tetep belum tahu, coba deh baca lagi. Trus gimana Islam mengatur kita dalam mencari istri atau suami? Nah&#8230;</p>
<p>	Begini sobat, karena dalam Islam gak ada istilahnya pacaran, maka dalam Islam ada istilah yang namanya ta’aruf dan khitbah. Ta’aruf dan khitbah ini sama sekali gak sama dengan pacaran. Singkatnya nih, ta’aruf itu perkenalan, jadi kita hanya sekedar tahu nama dan orangnya. Terus kalau kita tertarik atau merasa cocok, bisa deh dilanjutin dengan meng-khitbah atau meminang. Dengan syarat, si wanita ngga sedang dikhitbah oleh laki-laki lain. Rosulullah saw. bersabda:</p>
<p>”Seorang laki-laiki tidak boleh meminang perempuan yang telah dipinang oleh saudaranya (laki-laki muslim yang lain).”<br />
(HR.Ibnu Majah)</p>
<p>	Tapi yang perlu diketahui, tetep ngga dibenarkan ada aktifitas seperti layaknya pacaran dalam masa khitbah. Jangan dikira karena sudah dipinang atau di-khitbah, lalu sudah setengah halal atau sudah jadi setengah hak milik. Tetep aja, kalau belum ijab qabul ya masih belum halal wa toyyiban.</p>
<p>	Nah, kalau kita kemudian merasa cocok, bisa dilanjutin ke tahap yang selanjutnya, yaitu menikah. Tapi kalo dalam masa khitbah kita merasa gak cocok, maka salah satu pihak bisa membatalkan atau dengan kata lain, tidak dilanjutkan ke jenjang pernikahan. Trus yang per diinget, ketika dalam masa khitbah ini, kita gak perlu jadi kayak selebritis atau artis yang disorot media infotainment di mana-mana, atau gembar-gembor sampe seluruh dunia tahu bahwa kita sudah punya calon istri ato suami. Karena belum tentu juga kita bakal menikah ama doi, namanya juga calon, ya belum pasti lah. </p>
<p>	Selain tata caranya, Allah swt. juga memberikan panduan bagi kita dalam memilih pasangan (suami atau istri). Allah swt. berfirman:<br />
&#8220;Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”<br />
(TQS.an-Nuur[24]: 26)</p>
<p>  Sampai sini, ada pertanyaan? (ga ada Paaak&#8230; hehe)</p>
<p>	Kalo ngga ada, itu artinya sudah paham. Dan tentunya harus diamalkan nantinya. Jangan cuma berakhir jadi informasi aja, tapi juga harus jadi pemahaman. Tapi kalo masih ada pertanyaan, sering-sering deh ikutin kajian (yok.. yok.. ngaji yok..). Selain menambah pahala juga bisa menambah tsaqofah (pengetahuan) ke-Islaman kita. </p>
<p>	Sedangkan buat pemerintah, gak boleh tinggal diam menyaksikan generasi penerus bangsa dan agama ini diserang pemikiran yang gak syar’i. Pemerintah harus lebih selektif dalam memberikan hak siar. Karena, siaran-siaran yang ngga bermutu dan bertentangan dengan Islam pada akhirnya hanya akan jadi boomerang bagi generasi negeri ini. Tentunya standar layak atau tidaknya siaran adalah dengan menggunakan standar Islam, bukan yang lain. Karena nggak ada yang lebih baik dari hukum Allah swt. Berkaitan dengan hal ini Allah swt. berfirman:<br />
&#8220;Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?&#8221;<br />
(TQS. Al-Maidah [5]: 50)</p>
<p>”Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”<br />
(TQS.an-Nisaa’ [4]: 65)</p>
<p>	Ok sobat, Kalo kamu udah paham, coba deh sekali-sekali kamu ingetin temen-temen kamu yang lagi pacaran, kalo yang mereka lakuin itu ngga sesuai dengan Islam. Dan yang pasti, bakal menjerumuskan mereka ke  lembah dosa&#8230; (hiii.. ngeri..). Inget sobat, mumpung nafas masih ada, kesempatan masih ada, jangan putus asa kalo kamu udah ngingetin temen-temen kamu, masih aja ndableg (bandel) atau kamu malah dijauhin.. Tenang aja, jangan kuatir, kalopun mereka masih belom nyadar juga, insyaAllah usaha kamu ini bernilai di hadapan Allah swt. Ayo semangattt&#8230; !  [yz/hh]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forlima.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forlima.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forlima.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forlima.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forlima.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forlima.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forlima.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forlima.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forlima.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forlima.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=153&subd=forlima&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forlima.wordpress.com/2009/07/31/take-me-out/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f663aac9798fe53b5ceb3d5740c355d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forlima</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ilmu Sosial bukan Anak Tiri</title>
		<link>http://forlima.wordpress.com/2009/07/07/ilmu-sosial-bukan-anak-tiri/</link>
		<comments>http://forlima.wordpress.com/2009/07/07/ilmu-sosial-bukan-anak-tiri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 08:49:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forlima</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forlima.wordpress.com/2009/07/07/ilmu-sosial-bukan-anak-tiri/</guid>
		<description><![CDATA[Dr. Fahmi Amhar
Masa keemasan peradaban Islam sering diindikasikan dengan berbagai kemajuan pada bidang ilmu-ilmu agama (ushuluddin, tafsir, hadits, fiqih dan tasawuf) dan ilmu-ilmu alam atau sains (astronomi, matematika, fisika, kimia, kedokteran dan sebagainya).  Pertanyaan yang kemudian muncul, di mana posisi ilmu-ilmu sosial?

Ilmu-ilmu sosial memang berbeda dengan sains maupun ilmu-ilmu agama.  Sementara sains relatif [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=152&subd=forlima&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dr. Fahmi Amhar</p>
<p>Masa keemasan peradaban Islam sering diindikasikan dengan berbagai kemajuan pada bidang ilmu-ilmu agama (ushuluddin, tafsir, hadits, fiqih dan tasawuf) dan ilmu-ilmu alam atau sains (astronomi, matematika, fisika, kimia, kedokteran dan sebagainya).  Pertanyaan yang kemudian muncul, di mana posisi ilmu-ilmu sosial?<br />
<span id="more-152"></span><br />
Ilmu-ilmu sosial memang berbeda dengan sains maupun ilmu-ilmu agama.  Sementara sains relatif netral dan ilmu-ilmu agama jelas bersumber dari Islam, maka ilmu-ilmu sosial sering tercampur aduk, antara kajian ilmiah dengan pandangan hidup.  Ilmu sejarah atau sosiologi misalnya, sering hanya ditinjau dari sudut pemenang peradaban.  Dalam dunia saat ini yang didominasi Barat, ilmu ini praktis memandang segala hal dari standar liberalisme.  Demikian juga ilmu ekonomi.  Berbagai cara pandang kapitalisme terhadap masyarakat, kemakmuran ataupun kebahagiaan dianggap dalil yang tidak dapat ditolak lagi.</p>
<p>Karena itu lebih tepat bila umat muslim mengembangkan sendiri ilmu-ilmu sosial ini agar tidak menjadi “anak tiri”, baik dari sisi ilmu sosialnya maupun dari kemuslimannya.  Dan mereka memiliki sejumlah besar teladan di masa keemasan peradaban Islam.</p>
<p>Ilmu Sejarah termasuk yang paling awal dipelajari oleh para sarjana muslim.  Abu Muhammad Abdul Malik Ibnu Hisyam (wafat 834 M) sudah menulis “Sirah Nabawiyah” (sejarah Rasulullah) sekaligus memulai suatu tradisi ilmu sejarah yang tidak sekedar menceritakan suatu peristiwa dari sudut pandangnya, tetapi juga melengkapinya dengan metode periwayatan, suatu hal yang diadopsinya dari ilmu hadits.  Terobosan Ibnu Hisyam kemudian dilanjutkan sejarahwan muslim yang lain seperti Abul Hasan Ali ibn al-Husayn ibn Ali Al-Mas’udi (wafat 956 M) yang menulis karya agung “Muruj al-Zabab wa Muadin al-Jawhar” (Lahan Emas dan Tambang Mutiara) tentang kajian geografi sosial (termasuk sejarah, sosiologi dan ekonomi) bangsa-bangsa di dunia (dari Mesir, Romawi, Perancis, Persia, hingga India) yang pernah dikunjunginya.</p>
<p>Imam Jalaluddin As-Suyuthi (wafat 903 H / 1498 M) menulis “Tarikhul Khulafa” (sejarah para khalifah hingga masanya).  Dalam kitabnya itu dia menulis bahwa rujukannya adalah “Tarikh” karya Adz-Dzahabi yang berakhir pada 700 H, lalu “Tarikh” karya Ibnu Katsir yang berakhir pada 738 H, kemudian “Kitab Anbaa’ Al Ghumr” karya Ibnu Hajar al Asqalani yang berakhir tahun 850 H sedang dari masanya dia merujuk “Tarikh Baghdad” karya  Khatib Al-Baghdadi sebanyak 10 jilid dan “Tarikh Dimasyq” karya Ibnu Asakir sebanyak 57 jilid.</p>
<p>Ilmu ekonomi, yang membahas berbagai hal teknis dalam urusan pertanahan, administrasi dan keuangan, sudah dimulai oleh Abu Hanifa an-Nu‘man (699-767 M), Abu Yusuf (731-798 M), Ishaq bin Ali al-Rahwi (854–931 M), al-Farabi (873–950 M), Qabus (wafat 1012 M), Ibn Sina (980–1037 M), Ibn Miskawayh (lahir 1030 M), al-Ghazali (1058–1111 M), al-Mawardi (1075–1158 M), Nasīr al-Dīn al-Tūsī (1201-1274 M), Ibn Taymiyyah (1263–1328 M) dan al-Maqrizi (1364-1442 M).</p>
<p>Abū al-Rayhān al-Bīrūnī (973-1048 M) sering disebut sebagai “antropolog pertama”.  Dia menulis detail studi komparasi antropologi dari bangsa-bangsa, agama dan budaya di Timur Tengah, Mediteran dan Asia Selatan.  Al-Biruni juga bapak dari Indologi – ilmu tentang India.</p>
<p>Dari semua ilmuwan sosial muslim, tidak diragukan bahwa yang terbesar adalah Ibnu Khaldun.  Abū Zayd ‘Abdur-Rahman bin Muhammad bin Khaldūn Al-Hadrami (1332 – 1406 M) dari Tunisia adalah seorang polymath yang menguasai banyak keahlian sekaligus; beliau adalah hafiz, fuqoha, astronom, geografer, matematikawan, sejarawan, sosiolog, ekonom dan negarawan.  Bukunya yang paling terkenal adalah “Muqaddimah” (di Barat dijuduli “Prolegomenon”), yaitu juz pertama dari tujuh juz buku sejarah dunia universalnya “Kitab al-Ibar”.</p>
<p>Sejarawan terkenal Inggris Arnold J. Toynbee menyebut Muqaddimah adalah karya terbesar dalam filsafat sejarah yang pernah dibuat pikiran manusia sepanjang masa.  Bahkan sejarawan Inggris lainnya, Robert Flint menulis bahwa Plato maupun Aristoteles belum mencapai jenjang keilmuan setaraf Ibnu Khaldun.</p>
<p>Di antara pemikiran jenius Ibnu Khaldun adalah ketika mendefinisikan pemerintahan sebagai “institusi pencegah kezaliman“ adalah teori terbaik dalam ilmu politik.  Sedang konsep Ibnu Khaldun dalam meramalkan kegagalan ekonomi pasar dinilai sebagai dasar-dasar sosionomi (sosiologi-ekonomi).</p>
<p>Menurut Ibnu Khaldun, ada semacam siklus perubahan sosial yang pada momentum tertentu dapat berubah secara tajam.  Idenya didasarkan pada tesis manfaat dari spesialisasi pekerjaan: semakin besar kohesi sosial, semakin berhasil pembagian kerja yang kompleks, maka ekonomi akan tumbuh semakin besar.  Dia juga mencatat bahwa pembangunan memberikan stimulasi positif baik untuk supply dan demand dan ini adalah penentu dari harga barang dan jasa.  Ibnu Khaldun juga mencatat kekuatan makro-ekonomi dari pertumbuhan populasi, pengembangan SDM dan perkembangan teknologi.  Ibnu Khaldun berpikir bahwa pertumbuhan populasi adalah fungsi dari kemakmuran.</p>
<p>Dari hasil penelitiannya atas sejarah bangsa-bangsa terdahulu, Ibnu Khaldun menyimpulkan ada lima fase peradaban yang dialami oleh hampir setiap bangsa.  Era pertama adalah era perintis, saat bangsa tersebut masih memiliki visi serta rela berjuang dan berkorban demi masa depan anak cucunya.  “Investasi” di era perintis ini adalah yang terbesar.  Era kedua adalah era pembangun, saat kesolidan bangsa tersebut telah menjadi modal untuk mengembangkan “asset”, baik dari segi cakupan pengaruh (wilayah, penduduk) maupun ekonominya.  Era ketiga adalah era konservasi, saat mereka menjaga apa yang telah diraih, namun “investasi” yang dilakukan hanya sekedar untuk menggantikan yang hilang.  Era keempat adalah era penikmat, saat “total asset” bangsa mulai berkurang dan “total investasi” negatif.  Dan era kelima adalah era penghancur, saat bangsa itu praktis kembali mundur dan tak diperhitungkan lagi.</p>
<p>Era Rasulullah dan para shahabat dapat dianggap era perintis.  Era khilafah hingga awal dinasti Abbassiyah adalah contoh era pembangun, dengan ditandai berbagai capaian-capaian besar dalam politik, ekonomi dan ilmu pengetahuan.  Masa yang panjang setelah itu adalah era taqlid.  Tak banyak lagi futuhat maupun prestasi ilmu yang dapat dilihat.  Abad terakhir Abassiyah adalah era penikmat, yang diikuti era kehancuran oleh datangnya pasukan Tartar ke Baghdad.  Setelah itu kepemimpinan dunia berpindah ke bangsa Turki (Utsmaniyah).  Mereka juga mengalami fase-fase yang sama.  Dan apa yang diramalkan oleh Ibnu Khaldun yang hidup di awal dinasti Utsmaniyah ini, kemudian benar-benar terjadi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forlima.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forlima.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forlima.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forlima.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forlima.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forlima.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forlima.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forlima.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forlima.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forlima.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=152&subd=forlima&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forlima.wordpress.com/2009/07/07/ilmu-sosial-bukan-anak-tiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f663aac9798fe53b5ceb3d5740c355d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forlima</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Bahasa untuk Negara Adidaya</title>
		<link>http://forlima.wordpress.com/2009/07/01/belajar-bahasa-untuk-negara-adidaya/</link>
		<comments>http://forlima.wordpress.com/2009/07/01/belajar-bahasa-untuk-negara-adidaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 05:33:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forlima</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forlima.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[
Dr. Fahmi Amhar
Apa yang ada di benak para pelajar kita ketika mereka wajib mempelajari bahasa asing di sekolah? Setelah matematika, Bahasa Inggris adalah pelajaran momok di sekolah-sekolah umum. Sebagian besar sekolah memberi pelajaran Bahasa Inggris di level SMP dan SMA atau total selama enam tahun. Sebagian lagi bahkan memberi pelajaran ini sejak kelas 1 SD. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=148&subd=forlima&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-147" title="famhar" src="http://forlima.files.wordpress.com/2009/07/famhar.jpeg?w=300&#038;h=158" alt="famhar" width="300" height="158" /></p>
<p>Dr. Fahmi Amhar</p>
<p>Apa yang ada di benak para pelajar kita ketika mereka wajib mempelajari bahasa asing di sekolah? Setelah matematika, Bahasa Inggris adalah pelajaran momok di sekolah-sekolah umum. Sebagian besar sekolah memberi pelajaran Bahasa Inggris di level SMP dan SMA atau total selama enam tahun. Sebagian lagi bahkan memberi pelajaran ini sejak kelas 1 SD. Hasilnya? Sekedar cukup untuk Ujian Nasional? Cukup untuk menebak makna di balik judul film atau lagu Barat? Untuk isinya nanti dulu. Kalau buat kerja, bahasa Inggris di sekolah tersebut juga jelas belum cukup. Bagaimana kalau untuk belajar ke luar negeri? Atau untuk jadi diplomat? Makanya TKI kita di luar negeri mayoritas hanya mendapat pekerjaan kasar yang murah, salah satunya karena keterbatasan bahasa.<br />
<span id="more-148"></span><br />
Itu baru untuk bahasa Inggris. Konon, di dunia ini kalau mau maju ya harus pandai berbahasa Inggris. Ini adalah mitos yang tak sepenuhnya benar. Maju tanpa berbahasa Inggris bisa, tetapi harus pandai berbahasa Perancis, atau Jerman, atau Jepang atau Rusia. Pendek kata, bahasa negara-negara juara sains dan teknologi saat ini.</p>
<p>Yang jelas motivasi belajar bahasa di dunia Islam saat ini sangat memprihatinkan. Kalaupun ada, mayoritas karena motivasi materialistik (Biar mudah cari kerja). Walhasil Bahasa Inggris tidak dikuasai, Bahasa Arab tidak bunyi, dan Bahasa Nasional tidak peduli, tidak digunakan dengan baik dan benar. Orang menggunakan bahasa amburadul, karena menguasainya juga cuma setengah-setengah. Mempelajarinya hanya bermodal semangat, tanpa kesabaran, padahal tanpa kesabaran, belajar bahasa tidak akan pernah jadi.</p>
<p>Ini berbeda dengan masa ketika Daulah Islam masih menjadi negara adidaya, atau terobsesi menjadi negara adidaya. Generasi awal Islam masih sangat terobsesi oleh beberapa sabda Rasulullah, bahwa orang-orang mukmin adalah umat terbaik yang dikirim Allah ketengah manusia, kemudian bahwa mereka diperintahkan untuk untuk mencari ilmu sekalipun sampai negeri Cina.</p>
<p>Maka kita bisa amati berbagai fenomena bahasa di dunia Islam generasi awal:</p>
<p>(1) kegandrungan para ilmuwan terutama dari non native speaker &#8211; untuk menyusun struktur bahasa Arab, sehingga dari bahasa Arab ke bahasa yang lain dan sebaliknya dapat disusun rumusan sederhana yang memudahkan pembelajaran dan penerjemahan.</p>
<p>(2) upaya sistematis mendidik seluruh warga negara agar menguasai bahasa Arab sebagai bahasa Islam, bahasa persatuan, dan bahasa ilmu pengetahuan dengan baik dan benar, lisan maupun tulisan.</p>
<p>(3) kegandrungan para pemuda untuk belajar bahasa asing, agar dapat mencari ilmu dan sekaligus berdakwah ke luar negeri, demi keagungan islam dan kaum muslim;</p>
<p>Ilmu tata bahasa (gramatik) sudah muncul dari India sejak abad 4 SM. Tata Bahasa Arab muncul dari abad 8 M dengan karya Abdullah Ibn Abi Ishaq (wafat 735 M) dan para muridnya. Usaha ini memuncak pada tiga generasi sesudahnya, terutama pada buku karya ulama Basrah, Sibawayhi (sekitar 760-793).</p>
<p>Dengan kodifikasi tata bahasa ini, maka bahasa Arab menjadi lebih mudah diajarkan dan disebarkan ke rakyat negeri-negeri yang telah dibebaskan, seperti ke Iraq, Syams, Mesir, hingga Afrika Utara. Dengan kodifikasi ini pula bahasa Arab terpelihara, tidak timbul jurang perbedaan yang sangat jauh antara bahasa yang diucapkan sehari-hari dengan yang tertulis (yang di sini distandarkan pada Qurâ€™an), dan juga antara bahasa yang digunakan di Hejaz, yang diyakini sebagai bahasa Arab termurni, dengan bahasa Arab yang digunakan di wilayah-wilayah Islam yang jauh. Bahasa Arab bahkan kemudian menjadi lingua franca bahasa bagi pergaulan antar bangsa di dunia saat itu, digunakan pula oleh orang Eropa yang akan berdagang ke Cina! Ada ratusan kosa kata Jerman, Perancis atau Spanyol yang sejatinya berasal dari kosa kata Arab.</p>
<p>Namun meski bahasa Arab telah jadi bahasa internasional, kaum muslimin tetap bersemangat mempelajari bahasa asing guna merebut ilmu pengetahuan dan teknologi di luar negeri, yang tidak cukup hanya dipahami dengan small-talk. Dan itu bukan perkara gampang. Ketika orang Islam berangkat ke Cina untuk belajar membuat kertas, kompas atau mesiu, mereka setidaknya harus mempelajari empat bahasa asing secara berurutan (sequensial). Ini karena menurut riwayat tidak ada orang Cina di Hejaz. Mungkin pertama-tama mereka harus belajar bahasa Persia. Sebulan kemudian mereka pergi ke Persia. Di Persia masih belum ditemukan orang Cina, yang ada orang Uzbekistan. Maka mereka belajar bahasa Uzbek, dengan pengantar bahasa Persia. Sebulan kemudian mereka pergi Tashkent, Uzbekistan. Di sana masih belum ditemukan orang Cina, yang ada hanya orang Xinjiang â€“ sekarang wilayah Cina bagian Barat yang mayoritas penduduknya muslim. Orang Xinjiang ini bicara bahasa Uighur. Maka belajarlah orang-orang muslim ini bahasa Uighur, dengan pengantar bahasa Uzbek. Sebulan kemudian mereka berangkat ke Urumqi, ibukota Xinjiang. Baru di sana mereka bertemu orang Cina. Maka belajarlah mereka bahasa Mandarin, dengan pengantar bahasa Uighur. Ingat bahasa-bahasa ini memiliki bunyi, tulisan dan tata bahasa yang sangat berbeda. Barulah setelah sebulan belajar bahasa Mandarin, mereka datang ke Xian, ibu kota kekaisaran Tiongkok saat itu. Hanya orang-orang bersemangat baja dan sabar luar biasa, yang sanggup bertahan dalam perjalanan perburuan ilmu semacam itu.</p>
<p>Hingga masa dinasti Abbasiyah, bahasa Arab diajarkan secara sistematis ke setiap tempat yang telah dibebaskan oleh kaum muslimin. Akibatnya, secara sistematis pula terjadi arabisasi bahasa di seluruh wilayah Islam. Bangsa Iraq misalnya, akhirnya melupakan bahasa Mesopotamia mereka. Demikian juga orang Mesir akhirnya melupakan Hieroglyph. Bangsa-bangsa itu kini menggunakan bahasa Arab dalam lisan dan tulisan seperti orang Quraisy di Hejaz, bahkan terkadang lebih fashih.</p>
<p>Pada masa-masa akhir Abbasiyah, perang Salib dan lalu serbuan Tartar ke Baghdad membuat pendidikan bahasa Arab nyaris terhenti. Dinasti Utsmaniyah penerusnya lebih berkonsentrasi menghadapi tantangan militer dan kurang mendorong ilmu pengetahuan, termasuk bahasa. Akibatnya, bahasa yang digunakan oleh negara Utsmani adalah campuran dari kosa kata Arab, Turki dan Persi, disusun dalam struktur tata bahasa Turki, dan ditulis pakai huruf Arab. Pada masa itu ada sejumlah wilayah Islam yang separatis, seperti Persia (Dinasti Safawid) dan India (Dinasti Mogul). Kedua negara ini juga tidak lagi istiqomah dalam bahasa. Walhasil sekarang ini kita mendapatkan di Iran, yang dipakai adalah tulisan Arab, tetapi bahasanya Persia. Hal yang sama di India atau Pakistan dengan bahasa Urdu dan di Nusantara dengan Arab-Melayu. Tulisan Arab di bahasa Melayu ini baru dihapus tahun 1905 dengan dipaksakannya huruf latin (ejaan Van Ophuizen) oleh penjajah Belanda. Sedang huruf Arab di bahasa Turki baru dihapus dan digantikan huruf Latin tahun 1926 oleh Attaturk.</p>
<p>Kini, di masa kemunduran, di negeri non Arab, orang yang lancar membaca huruf Arab sudah dipanggil Ustadz. Bisa sedikit berbahasa Arab dan mampu membaca kitab gundul sudah disebut Kyai. Padahal di masa Islam menjadi Negara Adidaya, itu semua baru modall awal. Mereka yang sudah lancar berbahasa Arab tidak henti-hentinya memperdalam ilmunya, termasuk mempelajari bahasa asing lain guna mempelancar dakwah ke luar negeri, dan memburu ilmu pengetahuan dan teknologi dari manapun.</p>
<p><a title="http://famhar.multiply.com" href="http://famhar.multiply.com/" target="_blank">http://famhar.multiply.com</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forlima.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forlima.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forlima.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forlima.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forlima.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forlima.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forlima.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forlima.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forlima.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forlima.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=148&subd=forlima&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forlima.wordpress.com/2009/07/01/belajar-bahasa-untuk-negara-adidaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f663aac9798fe53b5ceb3d5740c355d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forlima</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://forlima.files.wordpress.com/2009/07/famhar.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">famhar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Curhat</title>
		<link>http://forlima.wordpress.com/2009/06/19/curhat/</link>
		<comments>http://forlima.wordpress.com/2009/06/19/curhat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 12:18:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forlima</dc:creator>
				<category><![CDATA[buletin islamuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forlima.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[by: Aryo Cokrowatianto
Sobat, tahu gak sih kalau akhir-akhir ini di salah satu televisi swasta kita ada acara yang namanya “Curhat”. Itu tuh, acara yang dipandu oleh Anjasmara sebagai pembawa acaranya. Konon sih, acara ini banyak mengundang kontroversi. Acara yang sepintas terlihat bagus ini memiliki rating penayangan yang gede lho. Jadi pengen tahu apa aja sih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=143&subd=forlima&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-144" title="curhat-bersama-anjasmara-29" src="http://forlima.files.wordpress.com/2009/06/curhat-bersama-anjasmara-29.jpg?w=114&#038;h=150" alt="curhat-bersama-anjasmara-29" width="114" height="150" />by: Aryo Cokrowatianto</p>
<p>Sobat, tahu gak sih kalau akhir-akhir ini di salah satu televisi swasta kita ada acara yang namanya “Curhat”. Itu tuh, acara yang dipandu oleh Anjasmara sebagai pembawa acaranya. Konon sih, acara ini banyak mengundang kontroversi. Acara yang sepintas terlihat bagus ini memiliki rating penayangan yang gede lho. Jadi pengen tahu apa aja sih yang ada dalam acara itu? Bagaimana sih Islam memandang tentang masalah itu? Bagaimana juga kita sebagai seorang muslim bersikap terhadap masalah ini. Biar gak penasaran, simak terus ya!!!<span id="more-143"></span><br />
Curahan Hati<br />
Sebelum kita membicarakan tentang acara “Curhat”, ada baiknya kalau kita tahu terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan curhat itu sebenarnya. Curhat atau curahan hati merupakan salah satu bentuk perwujudan dari fitrah manusia sebagai makhluk sosial. Tidak dipungkiri bahwa manusia memerlukan sesuatu untuk menjadi tempat mencurahkan segala isi hati. Entah itu melalui sebuah karya ataupun dengan menceritakan isi hati mereka pada yang lain. Banyak orang yang tidak sanggup untuk menjalani hidup tanpa curhat. Saking urgentnya nih, curhat hampir menjadi kebutuhan pokok manusia. Ibarat kata ”lebih baik gak makan daripada gak curhat”. Sampai segitunya.<br />
Sobat, pada umumnya curhat berhubungan dengan masalah pribadi seseorang. Entah itu mengenai keluarga, pekerjaan, keuangan, dan lain sebagainya. Sering kita jumpai pula bahwa para pelaku curhat berkeinginan agar orang yang mendengar curhat mereka dapat membantu menyelesaikan persoalan mereka. Sekalipun banyak dari orang yang mendengar curhat memberikan tawaran solusi tetapi tidak semua orang dapat memberikan problemsolving yang tepat.<br />
Dalam acara “Curhat”, Anjasmara yang bertugas sebagai host menampilkan beberapa orang yang terlibat dalam konflik pribadi untuk dikonfirmasi satu dengan lainnya. Selain itu dihadapan mereka dihadirkan pula saksi. Mereka didudukkan dalam satu ruangan yang sama untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang terjadi.<br />
Selama acara berlangsung, banyak sekali terlontar kata-kata yang tidak pantas untuk diperdengarkan dari mereka yang terlibat didalamnya. Tidak cukup hanya dengan kata-kata, tindakan-tindakan kekerasan kerap mereka pertontonkan. Apa yang dapat dibuat oleh host jika tindakan-tindakan kekerasan itu terjadi? host hanya dapat berdiri diantara mereka yang berseteru sambil berteriak-teriak untuk meminta mereka agar tenang. Ketegangan yang ditawarkan dalam acara ini sering dihiasi oleh teriakan-teriakan para penonton yang hadir dalam studio.<br />
Tidak Menyelesaikan Masalah<br />
Sobat, disinilah letak kekeliruan dalam acara ini, yaitu tidak terlihat adanya upaya untuk dapat menyelesaikan masalah yang terjadi antara dua pihak yang berseteru. Host yang seharusnya membantu untuk mencari jalan keluar dari pertikaian ini nyatanya tidak memberikan solusi atas problem yang dihadapi. Malahan host menyerahkan penilaian tentang masalah ini kembali kepada pemirsa.<br />
Di samping itu, tidak adanya batasan-batasan yang jelas bagi para pelaku curhat menjadi pemicu kacaunya acara yang berlangsung. Batasan-batasan yang dimaksud adalah mengenai apa saja yang boleh atau tidak boleh dilakukan oleh para pelaku curhat sebagai narasumber. Perilaku narasumber yang tidak terkontrol ini menyebabkan pemirsa yang melihat tayangan ini secara tidak langsung terpengaruh dengan apa yang dilakukan oleh narasumber. Sebab acara ini ditayangkan pada waktu prime time dimana mayoritas pemirsa yang menyaksikan adalah remaja dan anak-anak yang belum mampu untuk memilah hal-hal yang mana yang patut dan tidak patut untuk ditiru.<br />
Tidak dapat dipungkiri bahwa tujuan acara tersebut hanya untuk mengejar rating pemirsa. Acara ini mengabaikan unsur-unsur yang seharusnya ada dalam sebuah tayangan, seperti pendidikan dan kontrol sosial. Dalam acara ini, hanya unsur hiburan saja yang ditonjolkan, meski bagi sebagian orang nyatanya acara ini tidak menghibur. Tayangan ini juga dengan jelas telah melanggar kode etik jurnalistik mengenai eksploitasi kekerasan dalam penyiaran.<br />
Islam See It<br />
Islam adalah agama yang berisi dengan aturan-aturan dari Sang Mahakuasa untuk mengatur kehidupan manusia. Islam tidak hanya mengatur tentang masalah ibadah atau akhlak saja. Tetapi Islam juga memberikan aturan bagi manusia dalam hal bermu’amalah. Televisi merupakan salah satu media massa yang digunakan manusia dalam bermu’amalah. Pemanfaatan televisi dalam hal informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial merupakan hak-hak masyarakat.<br />
Dalam Islam, media media massa memiliki pengaruh penting dalam pembentukan masyarakat. Masyarakat adalah sekumpulan individu yang memiliki pemikiran, perasaan, dan aturan yang sama. Peran media adalah untuk menjadikan masyarakat memiliki pemikiran, perasaan, dan aturan yang Islami. Jadi pemanfaatan televisi dalam berbagai hal harus didasari dengan Islam tidak dibiarkan bebas sebebas-bebasnya.<br />
Dalam kasus ini, acara “Curhat” menayangkan suatu tayangan yang tidak sesuai dengan Islam. Adegan saling caci, saling hujat, dan perkelahian yang sengaja untuk diekspos dalam acara ini menunjukkan sifat-sifat orang fasik. Sebab Rasulullah saw bersabda,”Mencaci-maki muslim adalah kefasikan”(Mutafaq ‘alaih). Selain itu Rasulullah saw juga bersabda,” orang-orang yang suka melaknat (orang yang beriman) tidak akan menjadi pembela (bagi sebagian yang lain) dan tidak akan menjadi saksi di hari kiamat.”(HR. Muslim).<br />
Sobat, sekarang sudah jelas kan kalau acara “Curhat” ini tidak sesuai dengan Islam. Acara-acara yang hanya menjadikan rating sebagai patokan sesungguhnya secara tidak langsung telah menjerumuskan masyarakat kedalam jurang kebodohan dan kenistaan. Terlepas acara itu real atau hanya bohong belaka, yang jelas acara ini tidak dapat mejadikan masyarakat kita menjadi masyarakat yang baik. Dalam hal ini, seharusnya pemerintah memberikan batasan-batasan yang jelas serta sanksi yang tegas bagi para pelanggarnya. Cara ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mewujudkan masyarakat yang baik, yaitu masyarakat yang Islami tentunya.<br />
Sebagai seorang pemuda muslim, kita seharusnya turut serta dalam melakukan kontrol terhadap acara-acara semacam ini. Acara yang membuat kemerosotan masyarakat. bukan malah bangga dengan acara-acara yang efeknya sangat negatif seperti ini. Bagaimana cara kita bisa melakukan itu? Dengan mengkaji dan mendakwahkannya tentunya.(AC)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forlima.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forlima.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forlima.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forlima.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forlima.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forlima.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forlima.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forlima.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forlima.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forlima.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=143&subd=forlima&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forlima.wordpress.com/2009/06/19/curhat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f663aac9798fe53b5ceb3d5740c355d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forlima</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://forlima.files.wordpress.com/2009/06/curhat-bersama-anjasmara-29.jpg?w=114" medium="image">
			<media:title type="html">curhat-bersama-anjasmara-29</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Industri Kapal Di Era Kekhalifahan Islam</title>
		<link>http://forlima.wordpress.com/2009/06/19/industri-kapal-di-era-kekhalifahan-islam/</link>
		<comments>http://forlima.wordpress.com/2009/06/19/industri-kapal-di-era-kekhalifahan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 12:11:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forlima</dc:creator>
				<category><![CDATA[iptek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forlima.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[
Kekuasaan peradaban Islam di masa keemasan terbentang begitu luas meliputi lautan dan daratan. Menguasai lautan merupakan salah satu faktor yang membuat Kekhalifahan Islam menjadi sebuah kekuatan baru dunia. Tak hanya soal perdagangan maritim, peradaban Muslim pun memiliki armada militer tangguh yang menguasai ganasnya lautan serta samudra. Salah satu bukti tangguhnya peradaban Islam di dunia maritim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=139&subd=forlima&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-140" title="safe_image.php" src="http://forlima.files.wordpress.com/2009/06/safe_image-php.jpeg?w=128&#038;h=150" alt="safe_image.php" width="128" height="150" />Kekuasaan peradaban Islam di masa keemasan terbentang begitu luas meliputi lautan dan daratan. Menguasai lautan merupakan salah satu faktor yang membuat Kekhalifahan Islam menjadi sebuah kekuatan baru dunia. Tak hanya soal perdagangan maritim, peradaban Muslim pun memiliki armada militer tangguh yang menguasai ganasnya lautan serta samudra. Salah satu bukti tangguhnya peradaban Islam di dunia maritim ataupun di bidang perdagangan dibuktikan dengan begitu banyaknya pelabuhan kecil di pinggir sungai-sungai besar dan di sepanjang pantai daerah teluk dan Laut Merah. <span id="more-139"></span>Sedangkan, ketangguhan militer Muslim di lautan ditandai dengan berdirinya galangan kapal angkatan laut yang kokoh di sepanjang Mediterania.</p>
<p>Tak heran, jika peradaban Muslim dikenal sebagai bangsa Maritim yang besar. Sebagai penguasa lautan, kekhalifahan Islam juga menguasai teknologi pembuatan beragam jenis kapal. Pembuatan kapal pun menjelma menjadi sebuah industri yang besar, terutama di negara-negara Islam. Industri kapal dagang dan kapal perang menjadi primadona. ‘’Salah satu alasan umat Islam begitu mendominasi Mediterania adalah karena keunggulan mereka dalam teknik pemba – ngunan kapal,’‘ ujar Dr A Hakim Murad dalam sebuah artikelnya yang dipublikasikan islamic-study online. Saking berpengaruhnya kekuatan umat Islam di dunia maritim, istilah galangan kapal dar al-sinna pun menjadi kosakata dalam bahasa Inggris, yakni arsenal.</p>
<p>Menurut Ahmad Y Al-Hassan dan Donarld R Hill dalam bukunya bertajuk, Islamic Technology:An Illustrated History disebutkan bahwa galangan kapal pertama pada era keemasan Is lam dibangun di pulau Rawdah, Sungai Nil, Mesir. ‘’Setelah itu, dibangunlah fasilitas pembuatan kapal di Acre dan Tyre,’‘ ujar Al-Hassan dan Hill. Di wilayah Mesir, terdapat pula galangan kapal lainnya, seperti di Iskandariah, Damietta, dan Fustat. Khalifah Al- Mutawakkil penguasa Kekhalifahan Abbasiyah turut memberi perhatian khusus pada kapal pelabuhan Mesir. Hal serupa dilakukan gubernur Ibnu Tulun (wafat 884 M) yang membuat 100 kapal perang di Rawdah serta banyak kapal kecil.</p>
<p>Lalu, bagaimana kapal-kapal itu dibuat pada zaman kejayaan Islam? Semua kapalkapal di era kekuasaan Islam terbuat dari kayu. Kayu-kayu tersebut diikatkan satu sama lain pada sisinya sehingga tidak saling menindih seperti bangunan kapal yang berkampuh (clinker-built). Kayu yang sudah diikat itu membentuk seperti papan yang rata (carvel built). Kayu-kayu tersebut diikatkan dengan tali. Teknik pembuatan kapal seperti ini biasa dilakukan negara Islam bagian timur. Sedangkan, negeri Islam yang berada di bagian Mediterania sudah menggunakan paku besi. Setelah kayu menjadi satu, semuanya didempul dengan menggunakan aspal atau ter. Sedangkan, tali yang digunakan untuk mengaitkan kapal dengan jangkar dibuat dari bahan rami atau lontar. Kapal milik umat Muslim memiliki ciri khas yakni pada layar yang diigunakannya.</p>
<p>Mereka menggunakan layar laten yang dipasangkan pada sebuah tiang berat. Kemudian, layar tersebut dibentangkan pada tiang kapal, selanjutnya digantung sehingga membentuk sudut. Sedangkan, kapal Mediterania ciri khasnya ada pada layar laten yang mempunyai tiga sudut. Tak sembarang bahan bisa diguna kan untuk membuat kapal. Otoritas Muslim di zaman keemasan telah me ne tapkan standar bahan-bahan yang dapat dipakai membuat kapal. Salah satu syaratnya adalah kayu dan tali yang digunakan harus berkualitas tinggi. Selain itu, juga diperlukan besi, kain terpal, serta bidal penutup tali. Menurut Al-Hassan dan Hill, di masa kejayaan Islam terdapat beragam jenis kapal dari berbagai ukuran dan jenis. ‘’Ukurannya mulai dari perahu cardik yang kecil hingga perahu dagang besar berkapasitas lebih dari 1.000 ton,’‘ paparnya. Secara khusus, geografer Muslim, Al- Muqaddasi, pada abad keempat H atau ke-10 Masehi menyebutkan nama dan lusinan jenis kapal. Setiap kapal Muslim tersebut juga mencerminkan karakteristik tertentu.</p>
<p>Kapal dagang Kapal dagang umumnya merupakan kapal layar yang memiliki rentangan yang relatif lebar dan panjang. Pan jang nya layar berfungsi sebagai ruang penyimpanan (kargo) yang lapang. Pada masa kejayaan Islam, sungai Nil mempunyai peranan penting dalam perdagangan internasional dan industri pembuatan kapal. Kota itu dikuasai Islam sejak Amr bin Al-As menak – lukkan wilayah itu.</p>
<p>Kapal perang Berbeda dengan kapal dagang, kapal pe – rang bentuknya lebih ramping. Kapal ini bi – sa menggunakan dayung atau layar, tergantung dari fungsinya. Selain dibangun di pe – la buhan-pela buh an yang ada di Mesir, pada zaman kejayaan Islam kapal perang juga dibuat di wilayah Barat, seperti Tripoli dan Tunis di Afrika Utara, kemudian di Sevilla, Almeria, Pechina, dan Valencia di Spanyol. Selain itu, kapal- kapal perang juga di buat oleh kaum Muslim di Messina dan Palermo dengan mempekerjakan ribuan orang. Industri pembuatan kapal juga ber kembang pada zaman Dinasti Fatimiy yah. Mereka memperluas fasilitas pembuatan kapal perangnya di Tunis. Ada beberapa armada yang penting pada zaman kekuasaan Dinasti Fatimiyyah, yakni armada al-armada Sheen, al-Harariq, al- Harareeb, dan al-Taraid. Setelah kekuasaan Fatimiyyah meredup, industri pembuatan kapal dilanjutkan oleh Dinasti Ayyubiyah dan Mamluk.</p>
<p>Pada 566 H (1170 M), Salahudin Al-Ayubi berhasil membuat bagian-bagian badan kapal di galangan kapal Mesir. Salahudin juga memerintahkan pendi rian dermaga perakitan kapal untuk memasok kapalkapal dalam pertempuran melawan pasukan tentara Perang Salib. Keunggulan industri pembuatan kapal juga berlangsung hingga di era Kekhalifan Usmani Turki. Pemerintahan Usmani mengembangkan Istanbul (kota Islam) menjadi pusat pelayaran. Sultan Muhammad II pun menetapkan lautan dalam Golden Horn sebagai pusat industri dan gudang persenjataan maritim. Pemerintahan Ottoman juga berhasil membangun sebuah kapal di Gallipoli Ma – ritime Arsenal. Di bawah komando Gedik Ahmed Pasha (1480), Daulah Usmani membangun basis kekuatan lautnya di Istanbul.</p>
<p>Tak heran, jika marinir Turki mendominasi Lautan Hitam dan menguasai Otranto. Saking kokohnya kekuatan militer Ot – toman di lautan, Sultan Salim I kerap ber – seloroh, ‘’Jika Scorpions (Kristen) menempati laut dengan kapalnya, jika bendera Paus dan raja-raja Prancis serta Spanyol berkibar di pantai Trace, itu semata-mata karena toleransi kami.<br />
Ibnu Tulun Sang Pembuat 100 Kapal Perang</p>
<p>Ahmad Ibnu Tulun adalah seorang gubernur Mesir pada masa Dinasti Abbasiyah. Ia adalah anak dari seorang budak berkebangsaan Turki bernama Tulun, yang dalam bahasa Turki berarti kemunculan yang sempurna. Ahmad Ibnu Tulun dilahirkan di Baghdad saat bulan Ramadhan 220 H/ September 835 M.</p>
<p>Tak lama setelah kelahirannya, sang ayah meninggal dunia. Sang ibu kemudian dipersunting Bagha al- Ashghar, salah satu panglima militer Dinasti Abbasiyyah yang berasal dari daerah Turki. Tak lama, Bagha al-Ashghar juga meninggal dunia. Ibu Ahmad Ibnu Tulun kemudian menikah untuk ketiga kalinya dengan seorang pembesar militer bernama Bakbak (Bayik Bey) yang menggantikan posisi mantan suami keduanya. Ibnu Tulun tumbuh besar dalam tradisi Turki dan didikan militer ayah tirinya. Sejak itu, ia aktif dalam dunia militer. Beranjak dewasa, Ibnu Tulun menikahi anak perempuan dari panglima militer lain Yarjukh, teman ayah tirinya. Ia ditunjuk sebagai gubernur Mesir di bawah kekuasaan Khalifah Al-Mu’tamad Billah penguasa Dinasti Abbasiyah.</p>
<p>Para sejarawan menjelaskan, Ibnu Tulun adalah orang yang kuat dan keras. Dia memerintah dan membuat suatu pertumbuhan dan stabilitas. Perawakannya tinggi dan tampan. Pada awal menjadi gubernur, ia menangani konflik dengan Ahmad Ibnu al-Mudabbir pengumpul pajak resmi dinasti Abbasiyah. Konon, Ibnu Al- Mudabbir lebih senang melaporkan hasil pajak kepada khalifah di Baghdad dibandingkan kepada Ahmad Ibnu Tulun. Merasa tidak dihormati, Ibnu Tulun mengambil tindakan. Akhirnya, ia berhasil menundukkan Ibn Al- Mudabbir. Setelah itu, pamornya langsung naik. Ibnu Tulun mempunyai kekuasaan yang begitu luas meliputi wilayah Mesir hingga Alexandria. Pada masa kejayaannya, Ibnu Tulun berhasil memerintahkan pembuatan 100 kapal perang dan ratusan kapal kecil. Inilah salah satu pencapaian terbesar Ibnu Tulun. Ia mampu menguasai lautan.</p>
<p>Tak heran, jika kekuasaannya semakin kuat. Sampai-sampai, Ibnu Tulun tak lagi menyebut dirinya sebagai gubernur, melainkan sebagai pemegang kebijakan independen yang tak lagi memiliki kaitan hierarkis terhadap Abbasiyah. Ia membangun dinasti sendiri Dinasti Tuluniyah di Mesir yang lepas dari pengaruh Dinasti Abbasiyah. Ia menunjukkan kekuasan yang dikendalikannya itu dengan memasang gambar wajahnya di mata uang, mengangkat pembantu (menteri), kepolisian, bea dan cukai, istana, perdagangan, dan dinas intelijen.(rpb) <a rel="#someid0" href="http://www.suaramedia.com/undefined/">www.suaramedia.com</a></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forlima.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forlima.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forlima.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forlima.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forlima.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forlima.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forlima.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forlima.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forlima.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forlima.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=139&subd=forlima&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forlima.wordpress.com/2009/06/19/industri-kapal-di-era-kekhalifahan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f663aac9798fe53b5ceb3d5740c355d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forlima</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://forlima.files.wordpress.com/2009/06/safe_image-php.jpeg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">safe_image.php</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahaya Trans-seksual</title>
		<link>http://forlima.wordpress.com/2009/06/11/bahaya-trans-seksual/</link>
		<comments>http://forlima.wordpress.com/2009/06/11/bahaya-trans-seksual/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 16:58:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forlima</dc:creator>
				<category><![CDATA[buletin islamuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forlima.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Bapak-bapak bisa hamil&#8230;? Oh ga mungkin bro bapak-bapak bakal hamil. Iya memang ga mungkin kalo seorang bapak atau seorang laki-laki mengalami kejadian yang tergolong spektakuler ini. Soalnya masalah hamil, ini khususon dialami para ibu atau perempuan.
Tapi ngomong-ngomong, bapak yang satu ini bias hamil. Kita pasti pernah tahu kan kalo kejadian seperti ini hanya ada di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=136&subd=forlima&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:verdana;font-size:x-small;"><em>Bapak-bapak bisa hamil&#8230;?</em> Oh ga mungkin bro bapak-bapak bakal hamil. Iya memang ga mungkin kalo seorang bapak atau seorang laki-laki mengalami kejadian yang tergolong spektakuler ini. Soalnya masalah hamil, ini khususon dialami para ibu atau perempuan.</p>
<p>Tapi ngomong-ngomong, bapak yang satu ini bias hamil. Kita pasti pernah tahu kan kalo kejadian seperti ini hanya ada di film Junior-nya Arnold. Ya, ini memang benar terjadi. Ga tahu siapa yang edan, pria yang hamil atau dokternya.<br />
<span id="more-136"></span><br />
Seorang pria asal Amerika mengalami kehamilan 5 bulan. Nama sang ayah, sebut saja Thomas Beatie (nama sebenernya lho, bukan nama samaran). Dia menyandang status warga Oregon. Kejadian seperti ini memang pertama terjadi di dunia nyata kita. Bahkan di masa kaum Nabi Luth-pun yang konon laki-laki suka sama laki-laki, ga ada tuh yang namanya kebuntingan pria. Naudzubillah.</p>
<p>Bener aje&#8230; kesalahan ini bisa kok kita kupas lebih dalam. Tahu ga, siapa sih si Thomas ini, apa dia aktor yang jadi pemeran si kucing di film Tom &amp; Jerry atau pelawak betawi yang terkenal seantero Indonesia (waduh Jeng, itu mah Omas bukan Thomas). Buseet, salah orang tuh Neng.</p>
<p>Ehm, by the way, pernah liat obrolah Oprah di Metro TV ga? Nah, kalo belum ngeh nih, kita certain deh. Sekitar awal tahun 2008 kemarin, pihak produser mendatangkan si bapak hamil ini dengan istrinya. Selidik punya selidik, ternyata Mas or Mbak Thomas ini, adalah seorang wanita yang telah berganti kelamin menjadi pria. Lha kok aneh, ga usah kaget deh, zaman serba edan kayak gini mah, gonta-ganti kelamin mah sudah biasa. Show tadi seakan-akan membenarkan apa yang mereka berdua lakukan. Ga jarang eksistensi mereka pun saat ini lagi diperjuangkan oleh pihak media. Ga Cuma banci, kaum homo dan lesbian, bahkan orang yang berganti kelamin-pun, dianggap sesuatu yang lumrah. Dengan dalih, menjadi laki-laki bukanlah keinginan dia kek, hak asasi kek, dan sebagainya. Sebel ga sih.</p>
<p>Nah, inilah contoh kasus yang kita ambil untuk ngebahas buletin kita saat ini. Ya, fenomena ganti kelamin alias trans-seksual. Kita berharap fenomena di atas ga bakal kita tiru. Malah, justru kudu kita tentang habis-habisan. Yuuk…kita baca pembahasaanya sampe kelar…</p>
<p><strong>Dari Salah Persepsi Diri..</strong></p>
<p>Ide trans-seksual berawal dari munculnya pemahaman seseorang yang ngerasa fisiknya terlahir lelaki, namun merasa dirinya perempuan. Akibatnya, pola hidup mereka seperti perempuan. Memakai baju dan kosmetik perempuan, misalnya. Bisa jadi awal kesalahan persepsi anak tentang fitrah dirinya. Sebaliknya, ada juga orang yang fisiknya terlahir perempuan, tetapi merasa dirinya seorang lelaki sehingga mereka hidup seolah-olah menjadi laki-laki.</p>
<p>Menurut media, selama ini alat kelamin fisik, berupa alat reproduksi, sering dianggap satu-satunya penentu perilaku jenis seseorang apakah dia orang itu laki-laki ataukah perempuan. Tapi dalam hal ini, ada variabel lain atau penentu lain yang menentukan seseorang tersebut terlahir sebagai laki-laki ataukah perempuan yaitu identitas jenis kelamin (sex identity) atau identitas jender. (Kompas,27/7/2003). Tidak tahu sumber yang mereka ambil darimana. Hewan aja dari dulu ya kelaminnya cuman 2, kalo ga jantan, ya betina. Ga ada tuh hewan yang ngerasa salah “dipasangi” onderdil. Iya kan…</p>
<p>Ternyata sobat, pemahaman nyleneh ini pada mulanya dikemukakan oleh Money dan Erhardt pada tahun 1972. pemahaman ini diperjelas oleh Kessler dan McKeena, dalam Gender: An Ethnomethodological Approach (1978), identitas jenis kelamin adalah perasaan mendalam atau keyakinan dalam batin seseorang yang membuatnya merasa sebagai lelaki atau perempuan. Dengan kata lain, identitas jenis kelamin adalah keyakinan mendalam pada seseorang tentang apakah dia itu pria atau wanita.</p>
<p>Sex identity atau yang disebut jenis kelamin jiwa, semata-mata tergantung dari perasaan orang yang bersangkutan dan tidak selalu sejalan dengan penilaian orang lain atau pakar sekalipun. Jenis kelamin jiwa merupakan variabel mandiri terhadap seks fisik, artinya dapat sejalan atau bertolak belakang dengan kelamin fisik. Jenis kelamin jiwa mulai tertanam pada usia dua tahun, namun biasanya mulai disadari dengan kuat menjelang remaja. (Kompas.com/Hakekat Trans-seksual)</p>
<p>Penyebab trans-seksual belum dapat ditentukan secara pasti oleh para ilmuwan sekalipun (dari segi ilmu genetika). Sebagian hanya menduga-duga pengaruh hormon pada janin saat masih berada dalam kandungan. Misalnya, si janin kekurangan hormon testosteron pada janin dengan kelamin fisik lelaki dapat menyebabkannya memiliki kelamin jiwa perempuan, dan sebaliknya si janin kelebihan hormon testosteron pada janin dengan kelamin fisik perempuan, dapat menyebabkannya memiliki kelamin jiwa laki-laki. Namun penyebab sebenarnya masih merupakan sebuah misteri.</p>
<p>Variabel yang juga menentukan perilaku adalah orientasi seks, kecenderungan mencari pasangan. Umumnya, para trans-seksual tertarik terhadap lawan jenis sehingga mirip warga masyarakat pada umumnya. Namun, ada juga trans-seksual yang tertarik kepada kaum sejenis. Contohnya Julie Peters, politisi Australia, yang terlahir sebagai lelaki tetapi memiliki sex identity perempuan. Setelah usia 40 tahun Julie memutuskan menjalani operasi dan menjadi perempuan. Namun, Julie mengaku tetap tertarik kepada perempuan.</p>
<p>Sobat, berbagai pemahaman trans-seksual yang dikutip dari media di atas ga selayaknya kita anut. Karena pemahaman trans-seksual sendiri, muncul dari pola pikir manusia yang hanya didasari oleh perasaan semata. Hanya gara-gara ngerasa fisiknya ga sesuai dengan keinginan dirinya, lalu kita berusaha ngerombak tubuh kita yang sudah ada secara total. Padahal Allah SWT, ga akan mungkin membuat kesalahan sedikitpun. Karena Dia-lah yang Maha Sempurna. Buktinya, Thomas tadi. Meski dia sudah berganti kelamin menjadi laki-laki, ternyata fitrah dia sebagai wanita masih tetap ada, dan dirinya pun bisa hamil. Karena dia sebenarnya memang seorang wanita. Bukan pria. Artinya, ga ada kesalahan setitik pun yang diberikan Allah kepada kita. Fisik, perasaan ataupun jiwa, seluruhnya menyatu dengan diri kita. Dan ingat, kita masih punya akal untuk berpikir. Bener dan salah ga bisa diukur dengan perasaan. Tapi dengan wahyu Allah yang dipahami oleh akal. Ya akal&#8230;pake tuh, jangan ditaruh dengkul.</p>
<p><strong>Trans-seksual Melawan Kodrat</strong></p>
<p>Dengan fakta yang hanya secuil tadi, para pejuang trans-gender mati-matian berjuang demi eksistensi trans-seksual. Mereka mengatasnamakan kebebasan dalam menyuarakan trans-seksual. Mereka berusaha melawan kodrat dan juga berusaha menyatukan pemahaman masyarakat awam tentang ide ini. Padahal tindakan mereka justru malah membodohi masyarakat. Aduh-aduh, ingat masa kampanye tuh.</p>
<p>Kampanya trans-gender pun anehnya mendapat respon. Ga tahu darimana mikirnya (dari dengkul kali&#8230;.) Ga sedikit para remaja maupun kaum dewasa berprilaku layaknya perempuan, padahal mereka sebenarnya Lanang (alias lelaki tulen)&#8230;dasar lebay!! Sebaliknya, ada juga cewek-cewek yang berperilaku layaknya laki-laki, dan membuat komunitas gank. Wah udah pada gila&#8230;</p>
<p>Lagi-lagi para pejuang trans-gender tetap bergeming, mereka tetap menjadikan keberadaan trans-seksual menjadi warna-warni kehidupan (nah lho..). Mereka mengatakan agar para pelaku transseksual mendapat perlakuan yang sederajat dengan manusia yang lain, sejauh yang bersangkutan tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain. Karena kita hidup dimasyarakat demokratis, seyogianya, perbedaan ini tidak dijadikan dasar untuk meminggirkan atau mendiskriminasikan mereka. Naudzubillah. Buaknnya penyakit di masyarakat diobati, eh&#8230;virus H kosong M kosong alias homo, malah dibiarkan berkembang biak. Ga salah tuh Pak&#8230;</p>
<p>Sobat, inilah akibatnya kalo kita menjadikan standar hukum yang muncul dari pikiran manusia diatas segala-galanya. Padahal kita masih memiliki Allah SWT sebagai sang pembuat hukum. Masa lupa seh&#8230;</p>
<p>Dalam Al Qur’an, trans-seksual adalah perilaku yang menyimpang dari fitrah manusia, yang telah diberikan oleh Allah. Sudah merupakan ketetapan (qodho’) Allah, bahwa kita nantinya kita terlahir sebagai perempuan atau laki-laki. Ini tidak dapat kita pilih. Sama seperti kita lahir dimana, siapa ortu kita, seperti apa wajah kita, ini juga ga bisa kita pilih. Tapi, Allah Maha Adil, karena kita tidak bisa memilih beberapa hal tadi, Allah juga ga akan menghisab kita gara-gara tadi. Kita ga akan ditanyai oleh Allah, kenapa kita terlahir laki-laki atau perempuan, tapi yang ditanyai adalah, digunakan untuk apa kelaki-lakian atau kewanitaaan kita. Justru, dengan merubah apa yang Allah berikan, kita seakan ga rela dengan ketetapan Allah tadi, dan ini yang akan ditanyakan oleh Allah nantinya.</p>
<p>Allah menjelaskan dengan sangat jelas dalam menciptakan manusianya, seperti yang di utarakan dalam penggalan Surat An-Najm, 45 : “&#8230;dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita&#8230;”.</p>
<p>Di dalam ayat tersebut sudah sangat jelas Allah hanya menciptakan dua jenis manusia yaitu laki-laki dan perempuan. Tidak ada yang namanya homoseks maupun lesbian yang muncul akibat adanya ide trans-seksual.</p>
<p>Di dalam Islam, kita harus kembali kepada fitrah manusia, bahwa manusia diciptakan laki-laki dan perempuan. Laki-laki berpasangan perempuan. Diantara keduanya Allah sudah ciptakan rasa saling mengasihi untuk melangsungkan keturunan dalam pernikahan (Q.S. Ar-Rum 21). Nah, sedangkan kaum homo dan lesbian yang muncul akibat ide trans-seksual, memandang rasa sayang sebagai pelampiasan nafsu, bukan untuk melangsungkan keturunan. Tuh jelas salah kan&#8230;</p>
<p>Trans-seksual menyalahi kodrat ilahi. Inilah alasannya kenapa Islam menolak homoseks maupun lesbian. Ini adalah buah dari ide trans-gender.</p>
<p>Cerita kaum nabi Luth juga menggambarkan bagaimana Allah menghinakan kaum Nabi Luth dengan azab yang sebegitu dahsyat dengan diangkatnya dataran ke langit oleh Allah lalu ditimpahkan kepada kaum Nabi Luth yaitu kaum yang berperilaku Homo dan Lesbian. Hal tersebut tergambar jelas dalam Al Qur’an dalam surat Hud : 82-83 “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim”.</p>
<p><strong>Kembali Kepada Fitrah</strong></p>
<p>Apakah belum cukup peringatan Allah SWT dan rasul-Nya dalam Al Qur’an dan Hadits tentang pedihnya adzab kepada kaum homoseks, lesbian dan trans-seksual.?</p>
<p>Apakah belum cukup kehinaan yang muncul akibat hubungan sejenis dan pelampiasan nafsu semata?</p>
<p>Sobat, mumpung matahari masih terbit dari timur, yuk kembali kepada Allah. Kembali ke fitrah. Buat kamu yang ngerasa sedikit lebay dan melambai, padahal kamu lelaki tulen, jangan dibiasain deh, selagi belum kasep alias telat.</p>
<p>Buat kamu yang ngerasa tomboy, main pukul, gampar, suka ngeludah sembarangan, padahal kamu cewek, jangan dijadikan hal rutin, nanti kamu bisa-bisa dianggap super garang, dan cuma bisa nikah ama pawang singa. Hehe.</p>
<p>Dan buat para pejuang trans-gender, ingat&#8230;islamuda bukan di pihakmu! (Bang)</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forlima.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forlima.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forlima.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forlima.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forlima.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forlima.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forlima.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forlima.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forlima.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forlima.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=136&subd=forlima&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forlima.wordpress.com/2009/06/11/bahaya-trans-seksual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f663aac9798fe53b5ceb3d5740c355d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forlima</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>israel-lah Sang Teroris</title>
		<link>http://forlima.wordpress.com/2009/01/10/israel-nyolongan-dunia-lalian/</link>
		<comments>http://forlima.wordpress.com/2009/01/10/israel-nyolongan-dunia-lalian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 05:39:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forlima</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forlima.wordpress.com/2009/01/10/israel-nyolongan-dunia-lalian/</guid>
		<description><![CDATA[Pada masa itu, penduduk asli Palestina yang terdiri dari kaum muslim, Yahudi, dan Kristen hidup berdampingan dengan damai. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-Bangsa menyetujui didirikannya negara khusus untuk kaum Yahudi di atas tanah yang diduduki Inggris tersebut. Sejak saat itu, organisasi-organisasi Zionis melakukan pengiriman kaum Yahudi dari berbagai penjuru dunia ke Palestina. Organisasi-organisasi teror Zionis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=122&subd=forlima&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" title="israel teroris" src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:rp-jUxKe4yD9cM:http://pixdaus.com/pics/1216934384PpPtGd4.jpg" alt="" width="112" height="122" />Pada masa itu, penduduk asli Palestina yang terdiri dari kaum muslim, Yahudi, dan Kristen hidup berdampingan dengan damai. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-Bangsa menyetujui didirikannya negara khusus untuk kaum Yahudi di atas tanah yang diduduki Inggris tersebut. Sejak saat itu, organisasi-organisasi Zionis melakukan pengiriman kaum Yahudi dari berbagai penjuru dunia ke Palestina. Organisasi-organisasi teror Zionis seperti Irgun dan Hagana, juga melakukan berbagai teror dan pembunuhan massal untuk menakut-nakuti bangsa Palestina agar pergi meninggalkan tanah air mereka. <span id="more-122"></span>Pada bulan November 1947, PBB mengeluarkan resolusi tentang pembentukan dua pemerintahan di Palestina, yaitu Arab dan Yahudi, dan Baitul Maqdis (Yerusalem) dijadikan zona internasional. Sementara itu, Inggris mengumumkan akan keluar dari Palestina pendudukan pada tanggal 15 Mei 1948, namun beberapa jam sebelumnya, Ben Gurion memproklamasikan berdirinya negara Israel di tanah bekas pendudukan Inggris itu. Negara-negara Kristen terutama Inggris dan Amerika mendukung penuh dengan segala cara dan bala bantuan demi berdirinya negara Israel, dengan wilayah berasal dari rampasan tanah Palestina. Selama berpuluh-puluh tahun kemudian sampai detik ini bangsa Yahudi (Israel) terus membunuhi ribuan orang Palestina demi memuluskan dan meluaskan jajahannya di negara Arab tersebut. Ironisnya bangsa Palestina yang berusaha merebut tanahnya kembali dicap sebagai teroris oleh orang-orang Kristen. Ini mirip dengan yang terjadi di Indonesia sebelum meraih kemerdekaan dari Belanda dulu. Belanda merebut, menguasai dan menjajah wilayah Indonesia, kemudian rakyat Indonesia berusaha merebut tanahnya kembali dari tangan &#8220;si rampok&#8221; (Belanda), namun mereka malah dicap &#8220;ekstrimis&#8221; oleh Belanda. Sama persis dengan di Palestina. Israel merebut, menguasai dan menjajah wilayah Palestina, kemudian rakyat Palestina berusaha merebut tanahnya kembali dari tangan &#8220;si rampok&#8221; (Israel), namun mereka malah dicap &#8220;teroris&#8221; oleh Israel dan orang-orang Kristen. Padahal jumlah penduduk sipil Palestina yang telah dibantai oleh Zionis Israel jauh lebih banyak daripada sebaliknya, penduduk Israel yang terbunuh akibat aksi-aksi pejuang Palestina. Selama kurun waktu 4 tahun terakhir (2000-2004) 4.000 warga Palestina telah tewas dibunuh Israel, jumlah ini MASIH LEBIH BANYAK daripada jumlah warga Israel yang telah dibunuh oleh Palestina dalam 56 tahun terakhir!, yaitu sejak Israel menduduki tanah Palestina tahun 1948. Selain daripada itu, sejak kurun waktu 2000-2004 ini 11.000 warga Palestina juga menderita luka-luka. Dan 11.000 rakyat Palestina ditahan Israel. 250.000 warga Palestina mengalami luka-luka dengan 25.000 diantaranya mengalami cacat permanen akibat siksaan yang mereka terima di penjara Israel. 40.000 rumah penduduk Palestina juga telah diratakan dengan tanah oleh pihak zionis, dengan dukungan Kristen. Jadi tangan umat Kristen juga berlumuran darah warga Palestina. Berdasarkan laporan lembaga pemantau HAM yang beroperasi di daerah pendudukan, tentara Israel telah membunuh ratusan bocah Palestina sejak meletusnya Intifada tiga setengah tahun yang lalu. Menurut juru bicara Human Rights Monitoring Group (HRMG) yang berbasis di Jerusalem, tentara Israel dan milisi pemukim Yahudi telah membunuh 263 bocah Palestina berusia 0-14 tahun dan lebih kurang 236 orang berusia 15-18 tahun sejak Intifada meledak. Jumlah total muslim Palestina yang dibunuh Israel sejak meletusnya Intifada diperkirakan mencapai 2670 orang. Sedangkan yang luka-luka dan cacat dipercaya ada ribuan orang. Sedangkan di pihak Israel yang terbunuh pada periode yang sama sekitar 838 orang. Di dalamnya termasuk tentara, pemukim, dan penduduk sipil lainnya. Saya sungguh sangat-sangat-sangat prihatin sekali karena masih ada orang-orang, khususnya rekan-rekan Kristen sekalian yang telah termakan propaganda Yahudi sehingga terus menerus mendukung penjajahan dan kebiadaban mereka di Palestina. Adalah fakta dan tak bisa dibantah, bahwa Zionis membunuhi penduduk sipil Palestina JAUH-JAUH-JAUH LEBIH BANYAK daripada sebaliknya. Lalu? Mengapa di CNN dan media-media barat lainnya -thus dilakukan juga oleh banyak rekan Kristen di Indonesia- hanya membesar-besarkan setiap perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Palestina sementara RELATIF SANGAT KURANG mengecam Israel? Justru perjuangan Palestina yang SISI BURUKNYA jauh lebih kecil dari yang dilakukan oleh Zionis Israel DIANGGAP TERORIS, sedangkan Zionis Israel sendiri yang sejak jauh sebelumnya sampai detik ini JAUH LEBIH BIADAB, JAUH LEBIH BANYAK MEMBANTAI dan JAUH LEBIH TERORIS dari bangsa Palestina justru didukung total tanpa pamrih. Gejala apa ini? Ini namanya &#8220;standar ganda&#8221; model apa? Sebelum kalian semakin &#8220;gagal sebagai manusia&#8221;, saya menyarankan, cobalah.. cobalah&#8230; cobalah berpikir obyektif barang sejenak. Buang segala tendensi dan kebencian anda terhadap Islam, dan mulailah meneliti, menelaah semua data dan fakta dan setelah itu memahami realitas yang terjadi di Palestina. Kalau kalian belum kehilangan hati kalian, kalau kalian masih mampu menggunakan nurani kalian, maka kalian pasti akan mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina dan mengutuk kebiadaban-kebiadaban Zionis Israel selama ini. Bahkan, kalangan yang kepepet karena tidak bisa menyangkal betapa jahatnya zionis Israel, namun karena dalam hati orang tersebut ada kebencian terhadap Islam, ada yang mengatakan bahwa Zionis Israel dan Palestina &#8220;sama-sama jahat&#8221;. Mereka coba membuat excuse supaya kejahatan Israel bisa dieliminir sedangkan kejahatan Palestina dibesar-besarkan, supaya sama dengan yang dilakukan Israel. Saya katakan: tidak patut menyamakan kejahatan Israel dengan perjuangan bangsa Palestina. Karena zionis Israel jelas jauh lebih jahat daripada Palestina. Mereka sudah melakukan berbagai kebiadaban sejak dari sebelum berdirinya negara illegal mereka terhadap bangsa Palestina. Secara kualitas dan kuantitas kejahatan yang dilakukan oleh rakyat Palestina yang berusaha merebut tanahnya kembali itu TIDAK ADA APA-APANYA kalau mau dibandingkan dengan kejahatan yang dilakukan oleh Zionis Israel. Ketika mereka orang-orang Yahudi itu kembali dari diaspora -di Eropa mereka ditindas, dibantai dan diusir oleh orang-orang Kristen- dan datang ke Palestina SEBAGAI TAMU, mereka telah DITERIMA DENGAN BAIK oleh rakyat Palestina. Namun kemudian apa yang terjadi? Mereka justru membunuhi bangsa Palestina, membumi hanguskan perumahan mereka, merebut tanah mereka dan mengusir keluar bangsa Palestina dari negerinya sendiri. Sungguh ironis, mereka mengusir bangsa Palestina yang telah menerima bangsa Yahudi dengan baik sebelumnya dan membiarkan mereka hidup di tanah Palestina. Berikut contoh 2 pembantaian yang dilakukan oleh zionis Israel terhadap Palestina. &#8211; 14 Februari tahun 1938, kelompok teroris Zionis bernama Palmach, menyerang desa Sa&#8217;sa&#8217; di kawasan Palestina pendudukan dan membantai massal penduduk desa itu. Aksi teror yang berlangsung hingga keesokan harinya itu, menghancurkan 20 rumah warga dan menewaskan 60 orang, yang sebagian besar di antaranya perempuan dan anak-anak. Kelompok Palmach adalah divisi pembunuh rahasia dari kelompok militan Zionis, Haganah. Ada tiga kelompok besar teroris Zionis, yaitu Haganah, Irgun, dan Stern Gang. Kelompok-kelompok ini dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Yitzhak Shamir, Menachem Begin and David Ben-Gurion, orang-orang yang kemudian malah dianggap pahlawan dan menjadi pejabat tinggi, seperti Perdana Menteri. Kelompok-kelompok militan ini melancarkan aksi-aksi teroris terhadap rakyat sipil Palestina dengan harapan bisa menakuti-nakui mereka agar pergi meninggalkan rumah mereka sehingga bisa diambil alih oleh orang-orang Zionis. Kelompok Palmach, yang merupakan divisi pembunuh rahasia kelompok Haganah pimpinan Yitzhak Rabin, selain membunuh massal warga desa Sa&#8217;sa&#8217;, juga tercatat pernah membunuh massal desa di Balad Al-Sheikh dan Lydda. &#8211; 13 Maret 1948, kelompok teroris Zionis, &#8220;Hagana&#8221;, menyerang desa Husainiyah yang terletak di Jalilah utara. Dalam serangan ini, kelompok Hagana menghancurkan rumah-rumah milik warga sipil Palestina dan 60 warga desa itu dibunuh massal. Pada hari itu pula, tentara Zionis meledakkan rumah-rumah di Baitul Maqdis sehingga membunuh dan melukai sejumlah orang Palestina. Pada saat itu, kaum Zionis tengah melakukan persiapan untuk memproklamasikan berdirinya pemerintahan illegal Israel. Melalui tindakan-tindakan teror ini, mereka berharap bisa menakut-nakuti rakyat Palestina agar meninggalkan tanah air mereka. Lebih lengkap mengenai beberapa pembantaian dan kebiadaban-kebiadaban zionis Israel lainnya, Namun lucunya, si tuan rumah (;Palestina) yang ingin masuk ke rumahnya kembali dianggap sebagai maling, sedangkan si perampok (;Israel) yang telah menduduki rumah orang tersebut justru dianggap telah syah dan legal menguasai rumah itu, bahkan mereka membunuhi orang-orang pemilik rumah tersebut yang berusaha merebut rumahnya kembali. &#8220;Air susu dibalas dengan air tuba&#8221; yang mereka praktekkan terhadap bangsa Palestina itu terkesan dibiarkan bahkan didukung habis-habisan oleh negara-negara Kristen. Kalau tidak dibantu negara-negara Kristen seperti AS dan Inggris, sudah dari dulu-dulu Israel kalah perang melawan Arab. Contohnya pada perang Arab-Israel 1956, pasukan dari negara-negara Kristen tersebut turun tangan bahu membahu dengan Yahudi Israel untuk memerangi Arab dalam perebutan Terusan Suez. Juga dalam perang tahun 1973, Israel sudah terdesak dan hampir kalah andai saja bala bantuan dari AS tidak datang membantu Israel sehingga membuat keadaan menjadi berbalik menguntungkan Israel. Mungkin orang-orang Kristen merasa bersalah dan berdosa, karena mereka TELAH MEMBUNUH PULUHAN JUTA orang Yahudi sejak berdirinya agama Kristen, sehingga kini berbalik mendukung Yahudi habis-habisan, itung-itung biar impas alias menebus dosa mereka. Namun mereka Kristen-Kristen itu yang biadab, umat Islam yang kena getahnya, tanahnya diambil untuk diberikan kepada Yahudi. Harusnya kalau mereka orang-orang Kristen itu ingin menebus dosa KEJAHATAN MEREKA kepada bangsa Yahudi YANG TELAH MEREKA MAMPUSKAN PULUHAN JUTA DIANTARANYA SELAMA 1500 TAHUN itu, berikan saja daerah-daerah Kristen sendiri seperti New York atau Nebraska, Sheffield atau Coventry untuk ditinggali orang Yahudi dan dijadikan negara mereka, jangan main ambil saja tanah umat Islam.14 Mei tahun 1948, David Ben Gurion, salah seorang tokoh zionis internasional, secara resmi memproklamasikan berdirinya negara Zionis yang kawasannya meliputi setengah dari kawasan Palestina. Proses pendirian negara ilegal ini dimulai sejak tahun 1917, setelah PD I berakhir, ketika Inggris menduduki Palestina.</p>
<p>20 CONTOH KEBIADABAN KRISTEN MAMPUSKAN PULUHAN JUTA YAHUDI<br />
1. Tahun 388. Kuil pertama Yahudi di dekat sungai Euprath, Irak dihancurkan atas perintah Bishop Kallinikon. 2. Abad ke 4. Dalam pertengahan abad ke 4 kuil pertama Yahudi lainnya juga dihancurkan atas perintah Bishop Innocentious dari Dertona di Utara Italia. 3. Abad ke 4 dan 5. Banyak kuil-kuil Yahudi lainnya juga dibakar oleh orang Kristen. Jumlah orang Yahudi yang terbunuh tidak diketahui. 4. Tahun 589 di Toledo, Spanyol. Para pemuka agama dan penguasa Kristen melakukan tindakan pembaptisan paksa terhadap semua manusia. Siapa yang menolak dibaptis, maka akan disiksa atau dibunuh. Sebagai contoh, di Spanyol, berdasarkan hasil The Third Council of Toledo (589), maka Katolik dijadikan sebagai agama negara, dan ditetapkan sejumlah keputusan terhadap kaum Yahudi: (1) Larangan perkawinan antara pemeluk Yahudi dengan pemeluk Kristen, (2) Keturunan dari pasangan itu harus dibaptis dengan paksa, (3) Budak-budak Kristen tidak boleh dimiliki Yahudi, (4) Yahudi harus dikeluarkan dari semua kantor publik, (5) Yahudi dilarang membaca Mazmur secara terbuka saat upacara kematian. Sedikit intermezzo dari Forza Islam. Lewat bukti-bukti yang saya paparkan ini, dengan jelas telah menunjukkan bahwa sebelum Nabi Muhammad menyebarkan agama Islam -bahkan pada banyak kasus sebelum Nabi Muhammad Saw dilahirkan- kekerasan atas nama agama, seperti perusakan rumah ibadah, pembantaian dan pengkristenan secara paksa (Kristenisasi) terhadap umat agama lain (baca: Yahudi) memang sudah LUMRAH dilakukan oleh Kristen. Kebiadaban-kebiadaban atas nama agama ini memang &#8220;orisinil&#8221; sudah genetiknya Kristen. Mereka tidak bisa cuci tangan dan menimpakan kejahatan atas nama Kristen ini ke pundak bangsa Yahudi, karena orang Yahudi tidak pernah memaksa orang agama lain untuk memeluk agamanya. Coba saja baca Taurat, Zabur atau Talmud, bahkan bangsa Yahudi menganggap orang-orang non-Yahudi tidak lebih dari binatang, dan tidak sudi bila agama Yahudinya dipeluk oleh mereka. Orang-orang Kristen juga tidak bisa mengarang alibi bahwa mereka melakukan pengkristenan secara paksa itu ke pundak umat Islam, karena terbukti orang-orang Kristen sudah melakukan Kristenisasi, serta pembantaian dan perusakan rumah ibadah umat agama lain sejak sebelum Nabi Muhammad Saw menyebarkan agama Islam. 5. Dalam periode 612-620, banyak terjadi kasus dimana orang Yahudi dibaptis secara paksa kedalam agama Kristen. Ribuan orang Yahudi terpaksa melarikan diri ke Prancis dan Afrika untuk menghindari pengkristenan paksa tersebut. 6. Pada 621-631, di bawah pemerintahan Swinthila, perlakuan terhadap Yahudi sedikit lebih lunak. Pelarian Yahudi kembali ke tempat tinggalnya semula dan mereka yang telah dibaptis secara paksa kembali lagi ke agama Yahudi. Tetapi, Swinthila ditumbangkan oleh Sisinad (631-636), yang melanjutkan praktik pembaptisan paksa kembali kepada orang Yahudi. 7. Euric (680-687) membuat keputusan: seluruh Yahudi yang dibaptis secara paksa ditempatkan dibawah pengawasan khusus pejabat dan pemuka gereja. Setelah diKristenkan secara paksa, orang-orang Yahudi itu tetap diawasi secara ketat oleh gereja, takut kalau-kalau mereka kembali melakukan ibadah Yahudi. 8. Raja Egica (687-701) membuat keputusan: semua Yahudi di Spanyol dinyatakan sebagai budak untuk selamanya, harta benda mereka disita, dan mereka diusir dari rumah-rumah mereka, sehingga akibatnya mereka orang-orang Yahudi itu tersebar ke berbagai propinsi. Upacara keagamaan Yahudi dilarang keras. Lebih dari itu, anak-anak Yahudi, umur 7 tahun keatas diambil paksa dari orang tuanya dan diserahkan kepada keluarga Kristen. (Lihat: Max L. Margolis dan Alexander Marx, A History of the Jewish People, hal. 304-306). 9. Tahun 694, Dewan Toledo. Misi Kristen terus berjalan, berangkat dari doktrin, bahwa &#8220;di luar Gereja tidak ada keselamatan&#8221; (Extra ecclesiam nulla salus), maka orang Yahudi dijadikan budak, harta mereka disita dan anak-anak mereka dibaptis secara paksa. 10. Tahun 1010. Bishop Limoges (Prancis) pada tahun 1010 memaksa orang Yahudi untuk masuk Kristen. Kalau tidak mau mereka dibunuh atau diusir. Sekali lagi, sejarah sudah membuktikan bahwa motto Kristen sejak jaman baheula memang sudah sangat jelas: &#8220;Kristen atau bunuh!&#8221;. Orang-orang Kristen yang pintar dan berakal -di Eropa sana- sudah banyak yang mengakui hal ini. Namun banyak pula umat Kristen, yang goblog-goblog dan tak memiliki kemampuan untuk berempati, yang menutup mata dan menganggap fakta-fakta sejarah ini seolah-olah tidak pernah terjadi. Mereka memang goblog, tega dan tak bosan-bosannya untuk membohongi dirinya sendiri. 11. Tahun 1096. Menjelang Perang Salib pertama, tokoh Kristen Prancis Godfrey Bouillon bersumpah: &#8220;the blood of Christ would be avenged by the blood of Jews&#8221;, yang berarti: &#8220;Darah Kristus harus dibalas dengan darah orang-orang Yahudi&#8221;. Akhirnya terbukti kemudian bahwa Kristen benar-benar merealisasikan ancamannya untuk menumpahkan darah orang-orang Yahudi. Walaupun sebelumnya sudah ribuan orang Yahudi yang dibantai oleh orang-orang Kristen, ternyata itupun masih sangat kurang untuk memuaskan dahaga haus darah orang-orang Kristen. Terbukti pada tahun 1096 ini pada Perang Salib pertama, ribuan orang Yahudi dibunuh oleh Salibis Kristen di kota Worm pada 18 Mei 1906, di Mainz pada 27 Mei 1096 sekitar 1100 orang Yahudi juga dibantai. Juga dibunuh orang-orang Yahudi yang berada di kota-kota lain di Jerman dan Prancis seperti: Cologne, Moers, Dortmund, Kerpen, Trier, Metz, Regensburg, Dll. Pada tanggal 15 Juli 1099, ketika Yerusalem ditaklukan oleh Pasukan Salib, sekitar 60.000 orang dibunuh. Dari jumlah tersebut selain umat Islam, juga dibantai orang-orang Yahudi, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak. Ketika itu berlakulah keganasan luar biasa yang belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. Kaum kafir Kristen itu telah menyembelih penduduk sipil Islam baik lelaki, perempuan dan anak-anak dengan sangat ganasnya. Mereka juga membantai orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang enggan bergabung dengan kaum Salib. Keganasan kaum Salib Kristen yang sangat luar biasa itu telah dikutuk dan diakui oleh para saksi dan penulis sejarah yang terdiri dari berbagai agama dan bangsa. 12. Tahun 1147. Perang Salib kedua. Ratusan orang Yahudi dibunuh di Ham, Sully, Carentan dan Rameru di Prancis. 13. Tahun 1290. Raja Inggris, Edward mengusir keluar orang-orang Yahudi dari wilayahnya secara paksa. Sedangkan pada tahun 1306 giliran Raja Prancis, Philippe menghalau orang-orang Yahudi keluar dari Prancis. Menurut fakta sejarah, Raja Phillippe kemudian membolehkan sebagian dari mereka untuk kembali ke Prancis selepas itu, tetapi keputusan untuk mengusir mereka kembali dilakukan pada 90 tahun kemudian. 14. Tahun 1349. Di lebih 350 kota Jerman semua Yahudi dibunuh, kebanyakan dibakar hidup-hidup. Dalam satu tahun ini saja jumlah orang Yahudi yang dibunuh melebihi jumlah orang Kristen yang dibunuh selama penindasan orang Roma terhadap orang Kristen. 15. Tahun 1370. Di Belgia orang-orang Yahudi diusir keluar secara beramai-ramai untuk meninggalkan negara itu. Beberapa pengusiran terhadap Yahudi lainnya: &#8211; Tahun 1380 di Cekoslovakia, bangsa Yahudi juga dihalau keluar dari sana oleh Kristen. &#8211; Tahun 1394, orang-orang Yahudi kembali diusir keluar dari Prancis. &#8211; Tahun 1420, tidak mau kalah dengan negara-negara Kristen lain yang mengusir Yahudi keluar dari negaranya, Raja Austria, Raja Bright ke-V juga menghalau Yahudi keluar dari Austria tahun 1420. &#8211; Tahun 1444, orang Yahudi diusir keluar di Outricht, Belanda. &#8211; Tahun 1540, Orang-orang Yahudi diusir keluar dari Napoli dan Sardinia (Italia) oleh orang-orang Katolik. &#8211; Tahun 1551. Di Jerman, golongan Yahudi dihambat dari Bavaria pada tahun 1551. &#8211; Tahun 1582. Orang-orang Yahudi yang sebelumnya telah diusir secara beramai-ramai di Hungaria, memberanikan diri untuk kembali pulang kesana. Namun akhirnya mereka dihalau kembali untuk keluar dari sana oleh orang-orang Kristen tahun 1582. &#8211; Tahun 1744. Orang-orang Yahudi yang telah diusir keluar dari Cekoslovakia pada tahun 1380, akhirnya kembali ke negara tersebut tahun 1592. Namun malangnya pada tahun 1744 ini, Queen Maria Theressa telah memerintahkan penghalauan kembali terhadap semua orang Yahudi. 16. November 1478, Mahkamah Inquisi dibentuk. Sejarah mencatat betapa misi Kristen telah memakan begitu banyak korban. Di Spanyol, misalnya, Mahkamah Inquisisi secara resmi dibentuk oleh Paus Sixtus IV pada November 1478, dan baru berakhir pada 1820. Selama masa inkuisisi di Spanyol, total lebih dari 68 juta jiwa manusia yang dibunuh oleh orang-orang Kristen. Pembentukan Mahkamah Inquisisi ini dipicu oleh laporan bahwa orang-orang Yahudi dan Muslim yang telah dipaksa memeluk Kristen (dikenal sebagai conversos dan marranos) masih tetap mempraktekkan ritualitas agama lama mereka. Maka pada tahun 1480, dimulai satu penyelidikan dan pengadilan terhadap para Conversos (ex Yahudi) dan Marranos (ex Muslim) hasil pengkristenan paksa ini, di sebuah jalan utama di Kota Barcelona, Spanyol yang dikenal sebagai Ramblas. Di sini, semua korban disiksa. Kaum Kristen yang berasal dari Yahudi, misalnya, dicap sebagai heretics karena masih mempraktikkan tradisi Yahudi, seperti mengenakan baju linen setiap Hari Sabtu, atau tidak mau memakan babi. Dalam setahun saja, sebanyak 300 orang telah dibakar hidup-hidup. 17. Tahun 1483. Di Spanyol pada abad ke-15, sejarah kelam gereja ditorehkan oleh seorang Paderi Dominikan bernama Tomas de Torquemada. Kondisi kaum Yahudi dan Muslim terus memburuk setelah Tomas de Torquemada diangkat sebagai &#8220;inquisitor general&#8221; untuk Castil dan Aragon, tahun 1483. Jumlah yang dibakar hidup-hidup semakin banyak. Tidak puas dengan membantai para &#8220;Yahudi tersembunyi&#8221; (crypto-Jews), Torquemada kemudian berusaha mengusir seluruh Yahudi dari Spanyol. Upaya ini kemudian berhasil, dengan dikeluarkannya perintah pengusiran Yahudi dari Spanyol oleh Ferdinand dan Isabella, yang dikenal dengan General Edict on the Expulsion of the Jews from Aragon and Castile. (Martin Gilbert (ed), Atlas of The Jewish People, hal. 61-64.) Sejak abad ke-XIV sampai XIV ini, terjadi pembantaian dan pengusiran terhadap bangsa Yahudi. Tomas de Torguemeda (1420-1498), kepala pengadilan inkuisisi Spanyol telah membantai kurang lebih 2.000 orang dengan siksaan dan mengusir sekitar 200.000 orang bangsa Yahudi. 18. Pada 31 Maret 1492, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella menandatangani Perintah Pengusiran (Edict of Expulsion) yang dibuat untuk membersihkan Spanyol dari kaum Yahudi. Orang-orang Yahudi juga diberi pilihan: dibaptis masuk Kristen atau dideportasi. Menurut Armstrong, banyak kaum Yahudi yang sangat mencintai Andalus (nama lama dari kerajaan muslim di Spanyol), sehingga mereka terpaksa masuk Kristen supaya tetap tinggal di Spanyol. Namun, banyak pula kaum Yahudi yang tidak sudi untuk memeluk agama Kristen, yang mereka tahu pasti menyimpang dari ajaran nabi-nabi mereka selama ribuan tahun. Maka sekitar 80.000 orang Yahudi kemudian menyeberang ke Portugal, dan ada 50.000 orang yang mengungsi ke kerajaan baru Islam Utsmaniyah, dimana mereka disambut dengan baik. Banyak diantara orang-orang Yahudi yang diusir keluar itu tewas dalam perjalanannya karena dirampok secara keji -lagi-lagi- oleh orang-orang Kristen. Selain bermotif keagamaan, pengusiran kaum Yahudi dan Muslim dari Spanyol oleh Ferdinand dan Isabella juga memberikan banyak kekayaan kepada para penguasa Kristen Spanyol. Dengan pengusiran itu, mereka berhasil menguasai seluruh kekayaan Yahudi dan Muslim dan menjual mereka sebagai budak. Bahkan, diantara mereka yang diusir itu, mereka dirampok di tengah jalan dan sering dibedah perutnya untuk mencari emas yang diduga disembunyikan dalam perut kaum yang terusir itu. Masa kekuasaan Ferdinand -The King of Aragon- dan Isabella -the Queen of Castile- dicatat sebagai puncak persekusi kaum Yahudi dan Muslim di Spanyol. Keduanya dikenal sebagai &#8220;the Catholic Kings&#8221;, yang dipuji sebagai pemersatu Spanyol. Namun berlumuran darah ribuan umat Islam dan Yahudi yang mereka bantai. 19. 30 Januari 1933. Adolf Hitler, Katolik Radikal pemimpin Partai Nazi di Jerman, menjadi kanselir dan membentuk Pemerintahan ke-Tiga (The Third Reich) yang brutal. Dia mendirikan kamp-kamp konsentrasi didirikan di berbagai tempat untuk menghabiskan kaum Yahudi. Sekitar 6 juta orang Yahudi, dimana 1,8 juta diantaranya adalah anak-anak, dibantai oleh Hitler, seorang pemeluk Kristiani yang taat ini pada periode 1939-1945. Mengenai perbuatannya untuk menghabisi jutaan kaum Yahudi, Hitler mengakui bahwa sebelumnya telah berdiskusi dengan uskup. Hitler mengatakan bahwa ia hanya meneruskan saja apa yang dilakukan oleh Gereja selama 1500 tahun terhadap orang Yahudi. Hitler berkata: &#8220;Mengenai bangsa Yahudi, saya hanya menjalankan kebijakan yang sama yang telah diterapkan oleh Gereja Katolik selama 1500 tahun, dimana sudah ditetapkan bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa yang berbahaya dan harus dipaksa masuk ke dalam ghetto (perkampungan khusus untuk orang Yahudi), karena Gereja mengetahui seperti apa orang Yahudi itu. Saya tidak meletakkan sebuah ras diatas agama, saya betul-betul melihat sesuatu yang berbahaya dari ras ini terhadap Gereja dan negara, dan mungkin saya telah memberikan pelayan agung terhadap kekristenan.&#8221; 20. Tahun 1990-an. Bangkitnya gerakan Neo-Nazi Jerman. Sama seperti 60 tahun lalu di jaman NAZI-Hitler, mayoritas anggota Neo-Nazi adalah orang-orang Kristen. Mereka banyak melakukan penyerangan, pembunuhan dan pengrusakan terhadap umat Yahudi dan umat minoritas lainnya di Jerman.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forlima.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forlima.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forlima.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forlima.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forlima.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forlima.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forlima.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forlima.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forlima.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forlima.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=122&subd=forlima&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forlima.wordpress.com/2009/01/10/israel-nyolongan-dunia-lalian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f663aac9798fe53b5ceb3d5740c355d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forlima</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:rp-jUxKe4yD9cM:http://pixdaus.com/pics/1216934384PpPtGd4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">israel teroris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengumuman Acara</title>
		<link>http://forlima.wordpress.com/2008/11/25/pengumuman-acara/</link>
		<comments>http://forlima.wordpress.com/2008/11/25/pengumuman-acara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 11:55:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forlima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forlima.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=105&subd=forlima&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_117" class="wp-caption aligncenter" style="width: 520px"><a href="http://forlima.files.wordpress.com/2008/11/miracle-of-writing-dalam1.jpg"><img class="size-full wp-image-117" title="workshop jurnalistik" src="http://forlima.files.wordpress.com/2008/11/miracle-of-writing-dalam1.jpg?w=510&#038;h=683" alt="workshop" width="510" height="683" /></a><p class="wp-caption-text">workshop</p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forlima.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forlima.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forlima.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forlima.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forlima.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forlima.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forlima.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forlima.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forlima.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forlima.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forlima.wordpress.com&blog=2400994&post=105&subd=forlima&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forlima.wordpress.com/2008/11/25/pengumuman-acara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f663aac9798fe53b5ceb3d5740c355d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">forlima</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://forlima.files.wordpress.com/2008/11/miracle-of-writing-dalam1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">workshop jurnalistik</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>