Pengaruh Media

4 09 2008

“Film-film sejarah memiliki daya kreativitas yang sangat tinggi. Film-film modern hanya memiliki kelebihan di bidang dialog dan teknik pembuatannya, tetapi ia tidak memiliki kreativitas tersebut. Kita umat muslimin, memiliki masa lalu yang indah, yang sangat berguna untuk kita jadikan sebagai pelajaran bagi masa depan kita. Kekhawatiran besar saya ialah terhadap jebakan-jebakan yang dipasang oleh musuh-musuh kita. Jebakan-jebakan ini mereka tebarkan melalui propaganda lewat media-media massa mereka. Menurutku media massa dapat dijadikan sebagai senjata yang jauh lebih mematikan daripada bom dan tank”. Moustapha Akkad_Sutradara film Ar-Risalah alias The Message. Baca entri selengkapnya »





Go Public With Journalistic! (4-Habis)

17 07 2008

oleh: Farouk A. (SMKN 7 Sby)

Habis kita lahap bab seputar jurnalistik, fotografi, dan pers, rasanya belum lengkap kalo ga bahas bab yang satu ini. Sobat 4Lima tentunya tau kalo berita erat kaitannya dengan kejurnalistikan. Acara menulis-mengarang pun rasanya nggak nggigit tanpa mengadopsi berita nyata atau fakta di dalamnya. Dari segi penyampaian jua, berita ga boleh monoton. Jangan sampai dalam suatu media kita jumpai ‘berita kok cuma derita’ isinya. Jadi kuli berita memang kudu bisa dan mau membaca karakteristik khalayak. Sehingga terbentuk proses transfer opini yang atraktif, komunikatif, edukatif, dan menghibur. Baca entri selengkapnya »





Go Public With Journalistic! (3)

10 07 2008

oleh: Farouk Amsyari (SMKN 7 Sby)

audiensDear, sobat 4Lima! Kangen banget deh, rasanya setelah cuti ngisi artikel buletin pada edisi lalu.. Masih ingatkan pada kesempatan lalu. Kita udah bahas seluk-beluk jurnalistik dan teknik fotografi. Nah, mengingat tiap kali Kita dateng ke acara semisal talk show, aksi damai, dan sejenisnya tidak luput diliput pers. Mulai dari reporter stasiun Pasar Turi, eh stasiun televisi, media cetak, situs berita, sampe kru mading sekolah. Maka kini Kita (Kita? Elo aja kale, gue enggak! He..he..) akan membahas lika-liku dunia pers. Ngemeng-ngemeng pers itu apaan, sih? Apa dia sering keluyuran ke mana-mana, ada di mana-mana, menarik perhatian orang lagi?! Mungkinkah doi makhluk mbak-mbak? Atau adeknya Julia Perez? Hus, ngawur. Udah deh, terusin bacanya… Baca entri selengkapnya »





Selamatkan Dunia Lewat Jurnalistik

28 06 2008

oleh: Fizia Maulidina SMAN 2 Sby

save world“Film-film sejarah memiliki daya kreativitas yang sangat tinggi. Film-film modern hanya memiliki kelebihan di bidang dialog dan teknik pembuatannya, tetapi ia tidak memiliki kreativitas tersebut. Kita umat muslimin, memiliki masa lalu yang indah, yang sangat berguna untuk kita jadikan sebagai pelajaran bagi masa depan kita. Kekhawatiran besar saya ialah terhadap jebakan-jebakan yang dipasang oleh musuh-musuh kita. Jebakan-jebakan ini mereka tebarkan melalui PROPAGANDA LEWAT MEDIA-MEDIA MASSA mereka. Menurutku MEDIA MASSA DAPAT DI JADIKAN SEBAGAI SENJATA YANG JAUH LEBIH MEMATIKAN DARIPADA BOM DAN TANK” Moustapha Akkad_Sutradara film Ar-Risalah alias The Message. Baca entri selengkapnya »





Tulisan Asyik, Pembaca Tertarik

22 05 2008

solihin[kiat menulis untuk pembaca remaja]

Oleh O.Solihin
Aktivitas menulis termasuk salah satu dari sekian banyak aktivitas yang bisa menyenangkan. Menulis tidak saja menyenangkan, tapi juga sekaligus menyegarkan semangat hidup. Betapa tidak, menulis menumbuhkan kebahagiaan tersendiri bagi penulisnya karena sudah bisa berbagi apa saja dengan pembacanya. Itu sebabnya, agar informasi itu bisa sampai ke pembaca dengan baik, benar, dan menghibur diperlukan kiat-kiat khusus yang sebetulnya bisa dipelajari melalui latihan rutin. Sebab, menulis itu adalah bagian dari keterampilan, maka jika kita terus melatih diri untuk mengembangkan kemampuan, insya Allah akan banyak peluang untuk melakukan inovasi terhadap tulisan yang kita buat.
Baca entri selengkapnya »





Go Public with Journalistic! (2)

21 04 2008

By:

Farouk SMKN 7 Sby

fotoPada artikel sebelumnya kita sudah membahas lika-liku tentang jurnalistik. Nah, kali ini sobat 4Lima kita ajak untuk menelusuri peranan teknik fotografi dalam dunia kejurnalistikan. Rasanya ga adil kalo kita sekedar bikin tulisan tanpa tahu arah larinya tulisan kita, sehingga kita bingung dan pembaca pun tersesat. Sudah susah-susah bikin, ga taunya mangkrak sampe jamuran. Termasuk kita kudu tahu teknik-teknik yang menarik minat dan mempengaruhi gerak pembaca (maaf, bahasanya sadis!). Sehingga wawasan jurnalistik dan kecerdasan si penulis tak urung memiliki peran besar dalam memenuhi takaran kualitas tulisan. Malahan kalo tulisan bertele-tele dengan nihilnya manfaat cenderung seperti PR menyalin bebas. Gubrax! Mending kuantitas ato porsi sesuai minat pembaca tapi mendalam buat diamalkan. Langsung aja, deh kita bahas… Baca entri selengkapnya »





Dakwah Lewat Tulisan

15 01 2008
By : Rizki Roustantyo
SMAN 2 Surabaya

nulisSobat, ngomong-ngomong soal dakwah jadi ingat satu kalimat dari seorang ulama, afwan lupa namanya, hehe. Gini katanya, “Seandainya al-Quran itu diturunkan dengan satu surat saja, maka yang turun itu adalah Surat al-Ashr.” Lho, kenapa Surat al-Ashr? Sobat, ternyata dalam surat tersebut sudah mencakup unsur-unsur yang merupakan ruh dari Islam itu sendiri, yaitu perintah untuk tolong-menolong dalam menyeru kepada kebenaran dan kesabaran. Mestinya sih ya, kalo agama itu ga’ ada perintah buat menyeru pada jalan kebenaran, sudah pasti agama itu bukanlah menjadi agama yang rahmatal lil alamin. Begitulah Islam Sobat. Kita juga sebagai pemeluknya walaupun masih muda-muda (ciee.. ngakunya), kudu tahu akan hal ini. Demi terwujudnya Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, kita juga harus menyeru kepada kebenaran. Kalo orang-orang bilang sih, nama kerennya, DAKWAH.

Baca entri selengkapnya »





Berawal Dari Membaca

10 12 2007
By : Sandi P
SMAN 1 Surabaya

burungPenulis yang baik adalalah pembaca yang baik. Kamu mempunyai hobi membaca ? Berbahagialah. Sebab, syarat menjadi penulis salah satunya adalah banyak membaca. Dengan membaca, kita jadi tahu segalanya. Hal yang sebelumnya menjadi misteri, setelah membaca kita jadi ngeh. Membaca akan membuka wawasan kita tentang segala hal. Menyenangkan sekali memang. Waktu SD saja, senang betul bisa membaca buku-buku pelajaran, buku cerita, komik, bahkan “nekat” membaca Koran. Dengan semakin banyak membaca, semakin besar rasa ingin tahu kita. Nggak mengherankan jika kemudian kita selalu ketagihan untuk membaca (terutama baca SMS). Jadi, silahkan baca buku apa saja, selama syar’i, selama kamu sanggup untuk membacanya. Selama matamu masih melek (kalo tidur, kan nggak bisa baca……terus ikan gimana…he…he…he).

Baca entri selengkapnya »





Nulis Asyik

15 11 2007
By: Fizia Maulidina
SMAN 2 Sby
nulAoooooooooo sobat muslim!!!!! 
Khaifa halukum ya akhi,,,ya ukhti??? For5 harap kita semua masih dapat merasakan kenikmatan berupa kesehatan. Tapi yang paling penting semoga kita masih dalam naungan hidayah-Nya. For5 yakin siapapun yang sedang membaca tulisan ini pasti termasuk hamba Allah yang masih dinaungi hidayah-Nya karena kita masih diberi kesempatan untuk berada di jalan yang lurus_Insya Allah. Amin….Yuhuuuu,,, saudaraku tercinta,, uda tahu kan, apa dan siapa For5 itu??? Hehh??!! Belum tahu?!!! Ck..ck..ck.. Ga keren!!! Hehehe… :p Begini, akhi, ukhti, FORLIMA itu, adalah suatu wadah bagi para remaja muslim untuk belajar menulis ataupun mengembangkan bakatNya dalam hal menulis. Namanya aja FORLIMA_FORum penuLIs MudA:D .Kalian tau ga, kenapa For5 ada?? Yups! Betul!! Karena menulis itu sangat mengasyikkan. Disamping itu, menulis juga sangat bermanfaat bagi banyak hal, salah satunya adalah sebagai jalan dakwah. (Lho? Kok bisa jadi jalan dakwah?? Trus juga, mengasyikkan dari segi mananya?? Perasaan nulis itu bikin stress deh…). Aduh, jangan melihat sesuatu dari satu sisi saja dunk, saudaraku… Ni, For5 bakal buktiin bahwa menulis itu mengasyikkan dan bisa dijadikan jalan dakwah.
SEBAGAI EKSPRESI PERASAAN
Antum punya buku harian g??? waduh,, jangan langsung merengut dong wajahnya begitu mendengar kata “buku harian”!!  . sapa bilang buku harian itu udah ga jaman. For5 pikir, buku harian ga ada hubungannya ama perubahan jaman, sobat.
For5 berani buktiin bahwa buku harian yang kita tulis itu pasti akan mengekspresikan banget perasaan kita. Kamu yang lagi pengen marah dan ga bisa marah, atau lagi pengen nangis tapi malu buat nangis, atau bahkan lagi gila tapi takut harga diri jatuh pasti akan menuangkannya dalam bentuk tulisan.Bagi yang punya buku harian, dia akan mengarang indah sesuai dengan ekpresi di dalam hatinya. Dia akan mengungkapkan uneg-uneg dihatinya dalam bentuk tulisan. Dan itu sangat mengasyikkan lho!!!! Kita ga perlu malu, sungkan, atau bahkan takut dicap macem-macem sama orang lain karena buku harian kita akan menyimpan rahasia kita baik-baik.Dan tanpa disadari, tulisan yang kita buat itu tersusun dalam susunan kalimat yang cukup bagus lho!!! (Kok bisa??) Ya, soalnya tulisan itu adalah salinan langsung dari yang ada di benak kita. Memang mungkin EYD-nya tidak tepat, tapi coba baca ulang deh dari awal! Pasti kamu akan amat sangat jarang menemukan kalimat yang tidak koheren. Iya nggak??Trus bagaimana dengan saudara kita yang tidak punya buku harian?? Coba deh kamu liat di buku tulis dia halaman paling belakang atau di kertas oret-oretannya, atau disobekan kertas miliknya, atau apa aja lah. Biasanya mereka akan menumpahkan isi hatinya di sana. Saat marah, dia akan menulis dengan besar tentang apa yang ia kesalkan, saat sedih, dia mungkin membuat tulisan keputusasaan, saat putus cinta dia biasanya akan menulis puisi patah hati. Iya kan?!! Ga perlu berlembar-lembar, sebaris-dua baris yang dia tulis pun tetep aja kita sebut tulisan yang mengekspresikan dirinya kan? Iya nggak??!Untuk ekspresi yang lebih jauh lagi, menulis dapat dijadikan sarana yang efektif mengopinikan gagasan kita. Sama denga menulis buku harian yang dari hati, menulis opini pun begitu. Hanya saja, bedanya akan terlihat dari penggunaan tatanan kalimat-kalimatnya. Menulis buku harian mungkin kita lakukan saat kita “kacau balau”. Itu menyebabkan EYD-nya pun juga atas sekehendak sendiri (karepe dhewe) karena buku harian untuk kita konsumsi sendiri. Tapi kalau menulis opini, kita lakukan dalam keadaan “stabil”, jadi kalimat-kalimatnya pun teratur dan pilihan katanya pun pas. Kalaupun lagi “ga stabil”, kita akan berusaha membuat kalimat-kalimat opini kita sesuai dengan EYD. Mengapa begitu?? Karena opini itu kita tujukan untuk orang lain. Sehingga dengan membaca tulisan kita atau opini kita para pembaca tersebut dapat menilai dengan saksama apa yang kita inginkan. Dapat direnungi dulu, dihayati, dipertimbangkan dan ending-nya pun keputusan akan opini kita InsyaAllah memuaskan.So, coba deh, tulis!! pasti kamu akan merasakan asyiknya menumpahkan perasaan. Banyak lho, hal-hal yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata secara langsung.. D

KITA BISA BERBAGI
Sering baca novel atau cerpen kan?? Itulah yang kita sebut berbagi. (Maksudnya???) Krik,,krik,,krik.. kok ga ngerti sih?? Begini saudaraku, cerita yang dibuat sang pengarang dalam tulisannya di novel, cerpen, atau yang lainnya itu kan ditujukan buat kita-kita. Dan bukankah itu dapat diartikan sang pengarang berbagi dengan kita tentang apa yang ada di benaknya?? Cerita yang membuat kita tertawa itu berarti sang pengarang sedang berbagi kebahagiaan pada kita atau misalnya cerita yang membuat kita menangis itu berarti sang pengarang sedang berbagi kesedihan pada kita (lho?? Pengarang itu cuma menghibur aja kok.. bukan berbagi kebahagiaan atau kesedihan..) Menghibur kan juga berbagi, saudaraku.. berbagi hiburan sehingga kita bisa ikut merasakan bahagia  iya g?? hehehe, nyerah lu!!! :p

Saudaraku, berbagi itu sangat menyenangkan. Coba kalau kita diberi teman duit, kita pasti bahagia kan?? Dan membuat orang bahagia itu juga berpahala lho!! Liat aja, senyum yang segampang itu aja udah dinilai ibadah (ibadah otomatis berpahala dunk..), apalagi memberi. Eh, memberi itu bukan berarti harus berwujud benda lho!! So, berbagi dalam hal menulis ini juga dapat dikatakan memberi D dan selagi yang kita tulis itu bertujuan baik dan dampaknya pun baik, kita juga akan mendapatkan pahala_InsyaAllah.

Ehm,, terkait dengan pahala, For5 bakal ngasi tahu salah satu manfaat besar bagi dunia-akhirat kita dalam bidang menulis. Bayangin lho, DUNIA + AKHIRAT!!! (Kok bisa??)
Untuk urusan dunia so pasti keuntungannya adalah berupa materi. Banyak kan, para penulis yang sukses dapat hidup berkecukupan hanya dengan bermodal buku, pensil, ide kreatif, atau uang buat ngerental bagi yang tidak punya computer. Cukup duduk dan dia sudah bisa dapat penghasilan. Ck..ck..ck.. keren kan?!! Tapi For5 pikir, tu nggak sebanding dengan keuntungan akhirat deh

Untuk urusan akhirat, gini, kalian tentu tahu dong, tentang amal jariyah? Yup!! Sesuatu bermanfaat yang kita berikan untuk siapa saja yang tentunya membuahkan kebaikan lagi, pahalanya akan terus mengalir sampai kita meninggal. Seperti yang kita tahu, kalau kita meninggal semua amalan akan terputus kecuali tiga hal. Pertama, anak yang sholeh, kedua ilmu yang bermanfaat, dan yang ketiga amal jariyah. Bayangin deh, seandainya waktu meninggal dosa kita lebih banyak, trus apa dunk yang dapat membantu kita supaya kebaikan kita jadi lebih banyak?? Ya jawabannya adalah ketiga hal yang disebutin tadi. Tapi berhubung kita-kita belum pada punya anak, so ayo kita maksimalin di ilmu yang bermanfaat dan amal jariyah aja ,OK!. Kali-kali aja kita mati muda. Sapa yang tahu??

Menulis juga dapat kita gunakan sebagai sarana penyampaian ilmu bukan? Liat aja buku paket fisika, biologi atau ekonomi. Bukankah itu ilmu yang berupa tulisan?? Waaaa seandainya buku itu dicetak beribu-ribu dan diamalkan berjuta-juta orang, berapa banyak, coba, pahala yang ditransfer ke sang pengarang?? Subhanallah…

Eh, jangan berpikir cuma pengarang buku pelajaran aja yang bisa dapat pahala kebaikan itu. para penulis yang berusaha mengajak kebaikan, misalnya penulis novel Islami, Insya Allah juga akan mendapatkan seperti apa yang didapatkan si pengarang buku pelajaran tadi. Terus seandainya para pembaca mengamalkan dan menyampaikan ke orang lain lalu orang lain itu mengamalkan + menyampaikan lagi, dan seterusnya, itu bakal jadi amal jariyah lho bagi si pengarang. Suatu amal yang dapat menolong kita waktu kita sudah meninggal. Sungguh hebat kan, efek dari MENULIS?!! Ya tentunya selagi dalam hal kebaikan lho!!!

Em,, ngomong-ngomong “kebaikan”, For5 jadi inget pertanyaan yang antum tanyain tentang “jalan dakwah” di awal tadi  . melalui penjelasan di atas, antum sudah ngerti kan?? Menyampaikan kebaikan, tentang islam contohnya, dapat disebut dakwah juga. Ingatlah selalu firman Allah dalam ‘Surat Cinta-NYA’: “Hai orang-orang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (TQS. Muhammad [47] : 7). Subhanallah! Di saat kita terpuruk di dunia atau disaat kita terpuruk di akhirat, siapa lagi yang dapat menolong kita selain Allah SWT, saudaraku. Maka dari itu, ayo kita bersama-sama menolong agama Allah. Banyak caranya, salah satunya adalah melalui media tulisan. Ingatlah wahai saudaraku, pertolongan Allah itu sangat berharga. Dan ingatlah pula, bukan Allah yang butuh kita, tetapi kita lah yang membutuhkan Allah 

Saudaraku, ayo, mulailah menulis… Mulailah dari menulis hal yang kecil. InsyaAllah, kita akan merasakan asyiknya menulis. Dan untuk mendapatkan manfaat lebih lanjut dari menulis, mari kita jadikan tulisan kita sebagai media dakwah untuk menolong agama Allah. Sungguh tidak ada kerugian sedikitpun jika kita menolong agama Allah, saudaraku. For5 akan selalu menanti para penolong agama Allah untuk berjuang bersama-sama melalui tulisan.

Sekali lagi, mulailah menulis dan jangan berhenti menulis, saudaraku 
“Sebuah karya akan memicu inspirasi. Teruslah berkarya. Jika anda berhasil, teruslah berkarya. Jika anda gagal, teruslah berkarya. Jika anda tertarik, teruslah berkarya. Jika Anda bosan, teruslah berkarya.” (Michael Crichton)
So, sohibuka… mumpung ini masih dalam bulan Ramadhan, yuk kita berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Coz segala bentuk amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya di bulan ini. Jadi, ayo kita gunakan sisa hari dalam bulan suci ini untuk memperbanyak amalan-amalan yang pastinya tidak hanya melalui sholat, menulis juga lho!! ^_^

Ayo nulis!!!!
Allahu Akbar!!
πc (berbagai sumber)