diambil dari : setengahmateng.com
Dan satu orang lagi tewas.
Satu manusia lagi, manusia yang bergelar mahasiwa, yang telah menjalani empat semester masa kuliah di salah satu universitas terbaik di negara ini, tewas tanpa tujuan yang jelas. Tewas dalam masa “pembinaan”, masa-masa dimana katanya seorang mahasiswa akan dibentuk menjadi mahasiswa yang lebih hormat terhadap senior, terhadap almamater, dan entah siapa lagi.
Yang jelas, menurut mereka yang menjadi pembina, OSPEK bertujuan positif. Ia diprogram sebagai alat pembentukan mental “manusia-manusia asing” yang baru saja masuk kedalam satu institusi sehingga mereka menjadi mahluk yang “akrab” dengan rasa hormat terhadap “senior”. Baca entri selengkapnya »
Tret..tet..tet… sobat, siang itu terasa begitu ramai, padahal cuacanya panas banget. Itu bukan keriuhan rakyat Indonesia mau mendukung Indonesia all-star ngelawan MU, yang akhirnya ngga jadi. Bukan pula suara simpatisan parpol mau kampanye. Tapi, itu cuman suara temen-temen kita yang lagi melampiaskan suka cita mereka setelah dinyatakan lulus.
Pada masa itu, penduduk asli Palestina yang terdiri dari kaum muslim, Yahudi, dan Kristen hidup berdampingan dengan damai. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-Bangsa menyetujui didirikannya negara khusus untuk kaum Yahudi di atas tanah yang diduduki Inggris tersebut. Sejak saat itu, organisasi-organisasi Zionis melakukan pengiriman kaum Yahudi dari berbagai penjuru dunia ke Palestina. Organisasi-organisasi teror Zionis seperti Irgun dan Hagana, juga melakukan berbagai teror dan pembunuhan massal untuk menakut-nakuti bangsa Palestina agar pergi meninggalkan tanah air mereka.
oleh : Dhony F. Yusuf, S.Si
Emang nggak seru kali ye kalo hidup diisi dengan serius mulu. Nggak ada bunga-bunganya, nggak ada hiburan, hanya fokus pada kerjaan atau belajar mulu. Katanya sih gitu. Apalagi kalo yang ditanya adalah remaja. Simak nih pendapat teman kamu yang berhasil dijerat dan ditodong via Yahoo! Messenger, “Hidup gue bakalan garing Mas, kalo cuma belajar, belajar dan belajar. Sekali-kali boleh dong hiburan!” tulis Andre asal Bandung. BTW, kalo kamu mo pada nyapa en ikutan ngobrol sama gaulislam bisa langsung add nih Yahoo! ID kita di YM (gaul.islam). Ditunggu ye! Eh, kok ini malah jadi kayak request lagu-lagu di radio: AMKM Anda Meminta Kami Manyun! (backsound: manyun karena lagu yang diminta kagak ada hehehe…)
Permainannya ga asing, sih. Paling cuma tentang 22 orang yang keroyokan rebutan bola. Kenapa juga ga sekalian mainin bolanya satu-satu biar adil?! Ya, sepak bola. Belum jelas sih, siapa, sejak kapan, dan di mana sepak bola berawal. Dari banyak versi, sepak bola mulai dijadikan sebagai ajang tahunan sejak awal 1900-an (booklet majalah Donald Bebek edisi piala dunia 2006). Olah raga yang mendunia ini seakan telah menjadi agenda dunia yang mulai disambut dengan sakral. Mulai dari piala dunia (world cup), Euro (piala Eropa), dan liga sejenis seakan mampu menyita perhatian semua kalangan dan usia. Semua jadi terjebak tema, misalnya aja pas musim world cup. Apalagi sekarang musimnya Euro 2008. Mulai dari iklan, trend, berita, dan pernak-pernik seakan dianggap jadul –jaman dulu; kuno- kalo ga up to date. Termasuk lensa kontak buat mata yang sebenarnya ga nyambung dengan soccer dibuat tren bertema bola. Namun sobat 4Lima tau ga jika dipandang dengan kaca mata Islam (belinya di mana, ya?) ternyata event sejenis ga ada manfaat sama sekali yang sesuai Islam. Bahkan cenderung banyak hal mudharat ketimbang yang mashlahat. Ya, meski terinspirasi dari hal yang mubah namun perhelatannya telah melampaui batas syari’ah Islam. Lho, kok bisa? Trus, gimana hukumnya riyadloh alias sports yang pelaksanaannya melanggar syari’ah Islam? Nah, makanya hati-hati, bro!
“Hei bud.. ni kertasnya” Rudi berbisik sambil melemparkan sebuah kertas lungset yang diremas.
Komentar Terakhir