Prikitiw, prikitiw, prikitiw….
Pastikan kita inget dengan clotehan ini? ya.. clotehan si abang Sule (sunda bule) yang selalu mangkal di stasiun televisi swasta di Indonesia. Si Sule ini slalu muncul dengan senda guraunya yang khas. Terkadang saat melihat dagelan si Sule di tv, kita tak bisa berhenti tertawa.. padahal sih biasa aja. Tapi dagelannya yang khas itu membuat orang di seluruh Indonesia mengenal si Sunda Bule ini.
Nah sekarang gantian, si Ajis gagap! Sapa sih yang ga tahu si Ajis ini (bukan Ajis anak tetangga sebelah lo ya..) si Ajis gagap ini partner dari si mas Sule yang selalu mangkal di salah satu televisi swasta bersama dengan Parto’, Nunung dan kawan. Si Ajis ini juga ga kalah lucunya dengan si mas Sule. Dengan cara bicaranya yang dibuat-buat layaknya gagap juga menyorot mata masyarakat Indonesia sehingga sapa sih yang ga ke..ke..ke..nal mas Ajis. (loh kok malah ikut-ikutan gagap?).
Dengan dua orang artis di atas yang saat ini sedang populer tak sedikit diantara kita tidak mengingatnya melainkan banyak diantara kita yang ngefans berat sama mereka, bahkan bukan hanya si Sule dan si Ajis, tetapi banyak artis lainnya yang selalu kita ingat-ingat dan kita ngefans berat sama mereka (para artis). Bukan hanya itu karena pola hidup yang salah ini, mereka yang menggemari para artis tak hanya meniru penampilannya saja melainkan gaya hidup yang hedonismepun di jiplak untuk aktivitas sehari-hari.
Nah, ini sangat miris sekali jika kita memahaminya. Kehidupan yang ga seimbang itu ditambah rendahnya minat remaja muslim kita ga ngeh dengan ilmu-ilmu Islam, perjuangan para sahabat dan rosulnya, ga ngerti perkembangan zaman di zaman keislaman yang gemilang mulai dari segi iptek, sosial, budaya, dll; yang terparah mereka tidak bisa membaca al-quran (astaghfirullah..). Coba kita ambil dari segi yang sangat sederhana tentang kemajuan Iptek dizaman keemasan Islam. Para remaja kita banyak yang tidak mengetahui cara memaknai hidup; misal dalam segi iptek, remaja kita dicekokin tuh sama nama-nama para pembuat teori ngawur dan saintis gila seperti Darwin dan ilmuwan yang hanya bisa mengakui karya orang seperti Davinci. Memang kita tahu tentang si mas Sule tapi remaja kita juga banyak yang tahu tentang James Whatt. Semangat remaja kita dalam mengejar dan mempelajari iptek tak berlandas pada yang tepat, khususnya remaja muslim. Mereka mengejar cita-cita semata-mata untuk mendapat kenikmatan yang semu di dunia (misal lulus SMA kuliah untuk mendapatkan pekerjaan). Budaya hedonis ini sudah merasuk pada remaja kita dalam hal apapun. Coba kita lihat tak banyak pula yang tahu diantara kita siapa itu si Al-Kindi..; Al-Khawarijmi (Al-Gebra)..; Ibnu Sina.. dan sebagainya. Kita sering lupa pada mereka yang telah mencetak masa-masa keemasan Islam dizamannya, yang membawa peradaban baru dalam sejarah dunia. Kita terlalu banyak bergelamor dengan kehidupan yang sekarang ada di depan mata kita saja. Kita telah lupa bahwa kita menjiplak dan membebek budaya kufur yang serba hedonisme. Kita sering melakukan aktivitas tidak berlandaskan niat karena Allah swt, tak lain melakukan aktivitas dengan hawa nafsu. Inilah kenapa kita harus mengingat siapa itu Ibnu Sina, ya dia dikenal juga sebagai Avicenna di mata ilmuwan Dunia. George Sarton menyebut Ibnu Sina “ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu.” (Ibnu Sina, dari Wikipedia Indonesia) dia adalah dokter termuda yang pernah ada di dunia sepanjang sejarah. Beliau juga tak cerdas dibidang iptek tetapi dalam ilmu keislaman beliau juga mumpuni, ini dikarenakan beliau melandasi aktivitas sehari-harinya semata-mata karena Allah swt, bukan karena kenikmatan yang sesaat.
Bukan dizaman itu saja di zaman kerosulan Muhammad saw pun pernah ada orang-orang yang mencetak prestasi semata-mata mengangkat nama Islam dan ibadah karena Allah swt, sebut saja Ali r.a, Abu Bakar r.a, Salman al-Farisi r.a, dan masih banyak yang lain.
Dizaman kegemilangan islampun para pencetak kegemilangan ini terus lahir untuk membuktikan kepada dunia bahwa karena Islamlah mereka menjadi orang yang selalu dikenang di bidang sosial, ekonomi maupun sains; bahkan dalam strategi perang yang spektakuler.
Misal saja insinyur pertama yang menemukan arloji pun adalah seorang muslim sepanyol, yaitu Ibnu Firnas. Menurut Will Durant, menemukan sebuah alat yang mirip arloji sebagai penanda waktu yang akurat. Ibnu Firnas, juga orang pertama yang membangun dan menguji sebuah pesawat terbang pada tahun 800-an. Roger Bacon belajar tentang pesawat terbang dari referensi-referensi ilmuwan Muslim mengenai pesawat terbangnya Ibnu Firnas. (Fakta-fakta Sejarah Penemuan Sains Dan Teknologi Islam Yang Disembunyikan Barat, Wikimu.com)
Dan masih banyak yang lainnya, bahkan ada juga yang digunakan sebagai sebuah nama universitas international di eropa. Wah masak kita harus melupakannya dengan sangat mudah?
Sobat muslim yang berkualitas itulah fakta yang terjadi saat ini dan masa lampau. Yang terjadi lampau dengan apa yang terjadi saat ini semuanya sama, hanya fasilitas sajalah yang berbeda. Peristiwa yang ada didepan mata kita selalu berulang untuk dijadikan pelajaran bagi kita. Jika Jabir ibnu Hayan bisa disebut sebagai “the father of modern chemistry” (Chem-Is-Try.Org\Jabir Ibn Hayyan, Bapak Kimia Modern) karena beliau melakukan aktifitasnya semata-mata karena Allah sehingga ia dikenal hingga sekarang kenapa kita tidak bisa, ingatlah sobat kaum muslim adalah umat terbaik yang sepanjang zaman, karena hal tersebut Allah sudah tentukan dalam nashnya dan jangan kita nodai itu…. (Bng)

Komentar Terakhir