Mencari Kemerdekaan Hakiki

7 10 2008

Well, sebelum kita membahas kemerdekaan itu apa? Bagaimana cara kita merayakan kemerdekaan serta bagaimana cara kita menyikapi kemerdekaan yang sudah 63 tahun kita rayakan tiap tahunnya ini? Dan sebelum kita bahas itu semua, mari kita bersama membuka hati, mata dan telinga kita, Terlebih- lebih pemikiran kita, agar sedikit pembelajaran bersama yang kita lakukan ini, dapat digunakan bukan hanya sebagai pengetahuan semata, namun kita jadikan sebagai pemahaman yang nantinya dapat kita terapkan dalam tata kehidupan kita. Sehingga hal itu akan menjadikan amal bagi kita bersama. Ya karena bagi kita umat muslim khususnya, ilmu tanpa amal itu sama saja dengan kebohongan. Sobat muslim sekalian, seperti yang kita ketahui bersama bahwa bangsa kita ini telah meraih kemerdekannya dari para penjajah pada tanggal 17 Agustus 1945 silam. Setelah dijajah begitu lama hingga rakyat banyak yang menderita. Akhirnya moment yang ditunggu – tunggupun tiba. Ya moment apalagi kalo bukan kemerdekaan. Seperti Proklamasi yang dikumandangkan oleh founding father negara kita. Yup kita telah merdeka hingga saat ini menurut dasar Kedaulatan Negara Internasional. Dengan kemerdekaan ini, bukan hanya para pendiri bangsa saja yang bahagia dan mempunyai mimpi untuk membawa negara ini ke dalam kesejahteraan dan kemakmuran. Tapi lebih dari itu rakyat yang telah menderita selama berpuluh – puluh tahun juga mempunyai mimpi yang sama. Bahkan lebih dari itu mereka juga memimpikan keadilan dan ketenangan yang tidak mereka dapatkan selama penjajahan. Sekarang ini, memang tidak ada desingan peluru, tidak ada meriam bertebaran kesana – kemari. Pistol lebih betah disarungnya, pesawat tempur pada nganggur. Paling cuma sekali – kali aja diterbangkan kalo ada acara pesta dirgantara atau ulang tahun kemerdekaan. Maklum, kini sudah tidak ada lagi penjajahan fisik yang dilakukan oleh bangsa – bangsa imperialis. Meskipun negara kita tidak menghadapi perang besar lagi dan cenderung terlihat tenang. Tapi apakah selama ini mimpi dari rakyat dan para pendiri bangsa kita ini sudah terpenuhi ? Sudahkah kita merdeka dalam arti sesungguhnya dan sudahkah tujuan kemerdekaan diantaranya kemandirian dan kesejahteraan berhasil diwujudkan ? Sobat, ternyata fakta di negeri ini menunjukkan bahwa hal yang selama ini didambakan, dan hal yang selama ini menjadi tujuan dari negara kita ini ternyata belum terpenuhi. Sekali lagi ya ” Belum Terpenuhi ”. Sebagai contoh sejak kemerdekaan hingga sekarang, sistem peradilan dan hukum di negara kita masih mengacu pada hukum buatan Belanda. Sebut saja hukum buatan penjajah. Dan hal ini menunjukkan bahwa negara kita tidak bisa berdiri diatas hukum buatannya sendiri, meskipun usiannya telah menginjak 63 tahun. Di bidang sumber daya alam pun tidak jauh berbeda keadaanya. Kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan lebih banyak berpihak kepada pihak asing dan para kapitalis. Seperti privatisasi BUMN dan Industrialisasi Migas oleh asing. Ekonomi yang carut marut akibat penerapan sistem kapitalis dan jeratan IMF, menjadikan harga melambung tinggi dan distribusi menjadi kacau. Walhasil angka kemiskinan 2008 masih 15,4 %. Itu artinya, dari 225 juta penduduk Indonesia. Lebih dari 34,65 juta orang hidup dengan pendapatan kurang dari lima ribu rupiah per hari. Akibatnya lebih dari 4 juta anak mengalami kekurangan gizi. Mereka dipaksa menjadi bagian dari lost generation. Tingkat stress masyarakatpun semakin besar . Dari pelajar hingga yang sudah berkeluarga. Kriminalitas meningkat tajam hingga 40 %. Tentu masih banyak lagi hal yang menjadi ironi bagi bangsa kita, meskipun kemerdekaan telah berlangsung selama 63 tahun. Semua itu masih diperparah oleh kualitas aparatur dan pejabat yang buruk. Korupsi sedemikian mengakar, dari Sabang sampai Merauke, dari tingkat RT hingga pejabat tinggi negara, termasuk anggota DPR dari daerah hingga pusat. Yup, seperti yang kita ketahui bersama. Bahwa negara kita memiliki potensi yang besar untuk menjadi makmur. Sebagai contoh negeri ini memiliki perairan dan hutan yang sangat luas dibandingkan dengan negara lain. Keberadaan sumber daya alam tiap pulau yang berbeda pun turut mewarnai. Adalah penyakit ketika adanya potensi namun tidak dapat dimanfaatkan dan dikembangkan dengan baik. Penjajahan memang tidak selalu dalam bentuk penjajahan fisik. Tanpa kita sadari, sejak awal berdirinya bangsa ini, kita sudah diarahkan kepada penjajahan bentuk modern. Dimulai dari politik etis Belanda untuk menjajah para terpelajar bangsa melaui ide – ide dan pemikiran buatan penjajah. Sehingga ketika bangsa ini merdeka, akan tetap mengekor pada mereka. Dan pada akhirnya mereka akan lebih mudah menguasai negeri ini tanpa melalui jalan kekerasan, yang sudah tidak relevan pada saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa kemerdekaan yang diraih selama ini, tidak lebih hanyalah kemerdekaan yang sekedar mengganti rezim penguasa dari para penjajah kepada pemimpin negeri ini. Tanpa diikuti oleh pergantian sistem secara menyeluruh. Baik politik, ekonomi, hukum, maupun sosial budaya. Bukannya Allah SWT pernah berfirman,” Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?”(TQS. Al Maa’idah: 50). Trus kenapa kita masih menggunakan hukum kufur yang dibuat oleh penjajah imperialis Belanda? Sobat muslim semuanya, Jelas yang diperlukan oleh negeri dan bangsa ini adalah sistem yang baik sekaligus subyek atau pelaku pemerintah yang baik pula. Itulah sistem islam dalam bingkai syariah islam. Yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat beliau. Sebuah sistem yang telah mampu bertahan dan mengalami kemakmuran selama 14 abad. Dengan itu kemerdekaan sesungguhnya, termasuk kemandirian dan kesejahteraan, akan bisa terwujud dan dinikmati oleh semua kalangan. Baik muslim maupun non muslim. Maka dari itu bagi teman- teman sekalian, segeralah sadar dan lakukanlah perubahan agar bangsa kita yang mulia ini mampu bangkit dari kehinaan. Dan bukan jamannya lagi kita merayakan kemerdekaan dengan hal – hal yang tiada berguna. Karena masih sangat banyak yang belum kita benahi, dan harus kita benahi. Wallah a’lam bi ash-shawab(SP)Alhamdulillah, sobat muslim forlima akhirnya buletin tercinta kita terbit kembali setelah satu bulan break tanpa ada kabar. Meskipun demikian atas permintaan dan desakan sobat muslim semuanya. Forlima bisa hadir kembali dengan pembahasan sesuai yang dijanjikan pada sobat muslim semuanya. Walaupun bulan Agustus sudah terlewat. Walaupun nuansa kemerdekaan tidak tampak lagi atau telah usai. Dan masyarakat telah kembali pada rutinitas sebelumnya Forlima tetap akan ngebahas dan mengulas habis tentang kemerdekaan bangsa ini. Karena bagi kami tidak ada kata terlambat untuk perubahan, dan tidak ada kata terlambat untuk belajar. Oleh karena itu pada edisi ini mari kita belajar bersama untuk perubahan bangsa ini sembari berbagi informasi maupun sedikit ilmu tentang kemerdekaan dalam arti sesungguhnya bagi negara tercinta ini


Tindakan

Information

Tinggalkan komentar