Gaul ala anak band!!?

15 03 2008

bandHalo sobat muslim 4Lima sesuai janji kita pada edisi lalu, kita bakalan ngebahas tentang fenomena band di kalangan remaja. Apa aja sih fenomena yang timbul dikalangan remaja soal band dan gimana Islam dalam menyikapinya? Buat kalian yang setia nungguin buletin 4Lima kesayangan kita ini terbit, inilah penebus dosa yang 4Lima persembahkan buat kalian. So, lanjut kang!!
Sebelum kita bahas tentang band, gak lengkap rasanya kalo kita gak ngebahas tentang musik itu sendiri. Musik adalah suatu bentuk komunikasi melalui suara. Musik muncul dikarenakan kebutuhan manusia dalam berkomunikasi. Di Jepang kuno misalnya, menabuh bedug adalah sebuah tradisi untuk memberikan semangat kepada orang-orang yang sedang bekerja di sawah supaya lebih bersemangat dalam bekerja. Kalo di Indonesia, bunyi kentongan merupakan isyarat supaya warga kampung berkumpul.
Tak sekedar instrument, seiring berkembangnya zaman musik mulai disisipi oleh lirik, sehingga menjadi perpaduan yang pas yaitu lagu. Tidak dipungkiri kalo lagu bisa menyampaikan isi hati seseorang melalui lirik & melodinya. Gak sedikit pula orang yang terbawa larut (emang gula apa…) oleh lagu, sampe-sampe dalam kesehariannya dia ngelakuin kegiatannya sama persis kaya’ pesan yang terkandung dalam musik itu. Sesuai dengan berkembangnya musik, semakin banak pula bermunculan jenis-jenis musik mulai pop, jazz, rock, black metal, sampe dangdut (kalo yang terakhir ini paling ngetrend di Indonesia).
Fenomena Band
Kalo band muncul karena keinginan para personelnya untuk berkarya yang bisa dinikmati oleh orang banyak. Buat memasarkan album yang dibuat, cara terampuh suatu band adalah dengan mengadakan konser musik. Dalam suatu konser yang datang gak hanya cowo’ or cewe’ doank kan, pasti dalam suatu konser kedua jenis manusia itu datang. Malah ada yang ngajak gebetannya buat nonton konser. Dalam pelaksanaannya, forum konser pasti campur-baur gak karuan. Selain itu kegiatan nonton konser itu sendiri malah membuat kita menyia-nyiakan waktu yang diberikan oleh Allah pada kita dengan percuma. Di samping itu, keamanan konser musik juga belum tentu terjamin. Seperti konser grup band underground yang terjadi di Bandung beberapa waktu lalu, yang mengakibatkan tewasnya beberapa orang pemuda karena berdesak-desakkan di dalam gedung tempat konser itu diadakan. Bayangin kalo kita termasuk orang-orang yang meninggal itu pasti kita gak bakalan bisa ngelanjutin hidup kita yang cuma sebentar ini.
Selain itu, lirik lagu bisa juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat musik. Lirik-lirik yang biasanya dibawakan oleh penyanyi ato grup band ngetop biasanya mudah diingat oleh para penggemarnya. Akan tetapi kebanyakan lirik yang dibawakan oleh para musisi kenamaan itu berisi kata-kata yang vulgar. Contohnya, lagu dari Mulan Jamaludin eh salah Mulan Jameela yang berjudul makhluk tuhan paling.. yang dilihat dari judulnya aja bisa buat syahwat kita bangkit. Ato lagu dari Ahmad Dhani yang berjudul jika surga dan neraka yang di dalamnya mempertanyakan sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh akal manusia, yang dapat merusak pikiran masyarakat. Dan banyak lagi yang mempropaganda orang buat ngelakuin hal-hal yang negatif macam pacaran, selingkuh, dll.
Di sisi lain, pergaulan para musisi juga gak semuanya baik untuk dicontoh, misal free sex yang sering dilakuin oleh para selebritis musik, penyalahgunaan narkoba, penggunaan busana yang mungumbar aurat, penggunaan kata-kata yang kurang sopan bahkan cenderung kurang ajar, gonta-ganti pasangan, penampilan yang urakan, dsb. Yang semuanya itu dapat membuat pola pikir dan pola sikap remaja yang tiap saat memperhatikan kelakuan mereka ikut-ikutan menjadi rusak.
Di satu sisi para musisi adalah orang yang diidolakan oleh para remaja pada saat ini; tetapi di sisi lain tampilan mereka, kegiatan mereka, dan serba-serbi mereka tidak layak untuk dicontoh oleh para remaja kita. Ditambah lagi dengan kurangnya pemahaman Islam yang dimiliki oleh para remaja yang berfungsi sebagai filter atas segala perbuatan mereka, sehingga banyak remaja kita yang terlena oleh bujuk-rayu dunia. Jika kejadian seperti ini terus menerus berlanjut, tidak dapat dipungkiri bahwa bangsa yang gemah ripa loh jinawi ini bakalan ngalami ”The lost generation” ato kehilangan para generasi muda seperti yang telah dialami oleh bangsa Jepang dan Jerman.
Dari sini kita bisa ngelihat dengan jelas kalo para remaja pada saat ini kehilangan figur yang tepat untuk mereka jadikan contoh dalam keseharian mereka. Dan akhirnya mereka dengan berbekal informasi dari media massa yang serba hedonistik yang miskin makna hidup terjerumus dalam jurang kemaksiatan. Ini tidak hanya terjadi karena para remaja sendiri, tetapi juga karena lemahnya sistem yang diterapkan pada saat ini.
Islam look it
Islam tuh keren banget bos. Islam gak Cuma ngajarkan kita gimana cara beribadah kepada Sang Khalik aja, tapi Islam juga ngatur urusan manusia sebagai makhluk individu dan manusia sebagai makhluk sosial, termasuk di dalamnya urusan musik ini. Islam memperbolehkan kita untuk menggunakan karunia Allah berupa pendengaran dengan mendengarkan musik. Islam membolehkan kita bernyanyi dihadapan mahram kita sebagai tanda sayang kita kepada kedua orang tua kita dan kepada pasangan kita.
Dalam Islam kita tidak dilarang untuk menyukai musik, tetapi kita juga mesti pilih-pilih musik macam apa yang layak untuk didengarkan dan yang tidak pantas untuk didengarkan. Islam membolehkan kita untuk mendengarkan musik asalkan lirik dari musik itu sendiri tidak nyerempet-nyerempet. Atau dengan kata lain yang di dalamnya tidak ada unsur-unsur yang bisa mengundang syahwat dan lirik-lirik yang bisa membuat keimanan kita goyah.
Dan juga kita tak diperkenankan untuk untuk menghadiri forum-forum yang campur-baur macam konser musik dan sejenisnya. Sebab pasti di dalam forum kaya’ gitu kita bakalan ngelihat hal yang ”macem-macem” yang gak seharusnya kita lihat, sebab Allah SWT berfirman,“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya…” (TQS. an-Nûr: 30-31). Apa kita gak bisa mendengarkan musik sambil melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat daripada jingkrak-jingkrak sambil teriak-teriak (monyet kale..ya!!) dalam konser? Di samping itu apa kita gak sayang buat ngebuang-buang waktu cuma buat hal begituan, padahal Allah udah ngingatin kita dalam firmannya,”Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang beriman dan beramal shaleh serta menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran” (TQS. Al ‘Asr 1-3).
Nah gimana sekarang, apakah kalian tetep milih kebebasan yang kebablasan yang telah jelas di dalamnya kerusakan ato menjadikan Islam sebagai filter dalam kehidupan kita? Kalo masih kekeh sama bebas yang bablas, bersiaplah menjadi ”The lost generation” bagi Indonesia yang kita cintai ini. Akhir kata, wassalamu’aliakum warahmatullahi wabarakatuh.(Ac)


Tindakan

Information

Tinggalkan komentar