Sobat, diantara kita mungkin gak asing dengan istilah individualisme, apa lagi kalo kita sering baca koran ato majalah yang ngebahas tentang lifestyle alias gaya hjidu para artis yang glamour yang penuh pesta pora. Kalo mau lebih jelas lagi tentang apa sih individualisme itu? Kenapa sih kok ada individualisme? Dan gimana Islam mandang tentang individualisme? So pantengin terus lanjutan buletin ini, OK.
Ngomong-ngomong apaan sih individualisme itu? Individualisme berasal dari kata individu dan isme yang artinya faham menganggap diri sendiri lebih utama dari orang lain ato dengan kata lain gak ambil pusing dengan urusan orang banyak alias gak urus wong lain. Individualisme erat hubungannya sama egoisme, hedonisme, liberalisme, dan faham-faham lain yang menuju ke arah kebebasan yang sebebas-bebasnya.
Kalau melihat sekitar kita, hampir-hampir semua orang memiliki ciri orang yang individualis. Banyak contoh di sekitar kita yang bisa nunjukin orang-orang yang bersifat individualis, salah satunya kita bisa perhatikan orang-orang yang sering menghabiskan waktu mereka untuk hal-hal yang kurang ada manfaatnya. Kegiatan yang mereka lakukan semacam kumpul-kumpul sama orang sejenis sama mereka sambil gosipin orang lain yang gak ada berhentinya, keluar ke mall cuma buat lihat-lihat barang yang lagi diincar tapi gak jadi beli (kalo itu mah kere), nongkrong di 21 buat nonton film yang lagi in, keluar malam tanpa ada hal yang perlu buat dilakuin (misal bertapa di gua gitu he..he..), dll. Emang gak ada apa yang bisa mereka kerjakan dari pada ngelantur kemana-mana kaya gitu?, kan dalam Al-Qur’an Allah berfirman ”Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang beriman dan beramal shaleh serta menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran (QS. Al ‘Asr 1-3). Nah loe, yang ngerasa buruan tobat deh!!
Salah satu sifat yang paling kentara yang ditunjuin oleh orang kerasuki (ih..serem) ole hide individualisme adalah setiap perbuatan yang mereka lakukan selalu mereka anggap bener, meskipun sebenernya yang mereka lakukan itu salah. Kalo udah kaya gini mana yang haq dan mana yang bathil jadi gak jelas. Dan yang jelas adalah semakin rusaknya tataran kehidupan saat ini, sebab orang yang rusak gak mau dikoreksi dan dibenerin, kaya mobil mogol tapi gak mau didorong (tragis memang).
Peran media!!
Disadari atau gak media memiliki peran yang besar dalam melanggengkan ide-ide liberal nan kufur macam individualisme. Para penganut liberalisme meng-opinikan ide-ide mereka lewat berbagai media. Gak tanggung-tanggung mulai media cetak sampe media elektronik gak luput dari sergapan mereka (emang kucing garong main sergap, hi..hi..). Di media cetak banyak banget tulisan-tulisan yang ditawarkan dengan bahasa yang baik, tapi ujung-ujungnya mempropaganda kita untuk ikutan dalam ide mereka, seperti di rubrik D’AIME-nya jawapos yang tiap minggunya mengulas tentang lifestyle remaja yang konon “katanya” sedang gaul. Di media elektronik malah tambah gencar lagi mereka masuk melalui berbagai siaran yang sedikit demi sedikit “mencekoki” kita dengan ide individualisme-sekulerisme, seperti reality show BACK STREET yang isinya bahas tentang pacaran sembunyi-sembunyi supaya gak ketahuan sama orangtua “korban”(maling kale..) yang cuma ngajari kita jadi pengecut kaya curut persis sama ciri-ciri orang individualis. Hal-hal tadi bisa terjadi karena pada saat ini media dikuasai oleh orang-orang kapitalis yang hanya mencari keuntungan semata tanpa menghiraukan akibatnya bagi generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.
Kalo udah gitu pastinya kita gak bakalan mau mikirin keadaan orang lain, entah orang lain nyungsep ato nungging asalkan gak “nyenggol” mereka, mereka sih enjoy aja. Dari sini kita bisa lihat kebobrokan ide individualisme yang ngebuat kita gak peduli sama urusan masyarakat luas. Dengan individualisme kita jadi gak peduli dengan saudara-saudara kita yang sedang terjajah dan dihinakan, seperi di Palestina, Afganistan, Iraq, dan negri-negri kaum muslimin yang lain. Sisi lain dari ide individualisme adalah memecah belah kaum muslimin, agar tidak bergabung merapatkan barisan untuk menghadang penjajahan mereka terhadap negri-negri kaum muslimin.
Dalam pendangan Islam hubungan antara manusia satu dengan manusia yang lain diatur dengan peraturan milik yang Maha Sempurna, Sang Pemilik segala sesuatu. Sebagai seorang muslim kita dilarang hanya memikirkan diri sendiri sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “siapa saja yang bangun dipagi hari dan hanya memperhatikan masalah dunianya, maka orang tersebut tidak berguna di sisi Allah; dan barang siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia tidak termasuk golongan kaum muslimin (HR. Thabrani dari Abu Dzar al-Ghifari). Nah loe apa gak takut gak diakui sebagai umat Islam oleh rasulullah yang merupakan pembawa rísalah dari Allah. Apa lagi dalam Al-Qur’an juga diwajibkan kepada seluruh kaum muslimin untuk berhubungan sosial dengan tujuan untuk melakukan kegiatan yang baik dan meninggalkan hal yang buruk, sebagaimana firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 110 yang berbunyi,”Kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh yang ma’ruf (Islam) dan mencegah dari yang munkar….”.
Individualisme? buang aja!!
Sikap kita seharusnya menolak dengan tegas ide-ide busuk asing macam individualisme and the gank, karena jelas-jelas ide-ide macam itu merusak pikiran dan pola sikap kita sehingga kita menjadi orang yang selalu mengekor kepada barat dan dijajah secara pemikiran. Yang menyebabkan kita dengan mudah dipecah belah dan dipermainkan sesuai dengan skenario mereka, yang membuat kita gak peduli urusan saudara kita yang lain, yang ngebuat kita gak bisa nge-bedain yang haq dan yang bathil. Ide individualisme yang telah jelas merusak tataran dalam bermasyarakat ini seharusnya bisa dicegah merasuki pemikiran masyarakat, jika negara kita menerapkan sistem yang benar, yaitu syariah yang datangnya dari Allah. Yang di dalam sistem tersebut negara memiliki tugas menjaga aqidah umat dari ide-ide rusak dari luar Islam. Dengan sistem itu pulalah kemakmuran seluruh umat yang patuh dan tunduk terhadap aturan Islam dijamin.
Sebagai para pemuda Islam kita bisa melakukan sesuatu yang bisa ngejahuin kita dengan pemikiran individualisme dengan cara mengkaji Islam dan mendakwahkan Islam sebagai satu-satunya problemsolver atau solusi segala bentuk masalah di sekitar kita. Jangan diam aja ngelihat hal-hal yang merusak pemikiran kita berkeliaran dimana-mana. So individualism crackdown!!!
Komentar Terakhir