By : Luqman A.H.
SMKN 5 Surabaya
Pagi yang indah, terdengar bunyi bel tanda masuk sekolah. Ketika itu semua anak yang mengaku siswa yang baik akan segera masuk & siap mengikuti pelajaran & siswa yang ga’ baik mungkin masih ada yang terlambat, makan di kantin atau izin berangkat sekolah tapi ga’ nyampai di sekolah, aduh…aduh…. jangan sampai dech…!. kalau terdengar suara bel istirahat, semua dengan cepat bergegas ke kantin untuk mengisi perut yang dari tadi sudah missed call2 truz. & kalau waktu pulang tiba, ada yang langsung pulang & ada juga masih disekolah (ekskul kalee..).
Apakah dari selinagn tadi, merupakan kehidupan sehari-hari siswa_siswi SMA & SMK?. Ternyata tidak, banyak hal-hal & kejadian-kejadian yang tidak pernah kita bayangkan kalau kita melihat kehidupan-kehidupan siswa-siswi SMA & SMK. Kalau kamu belum melihat kehidupan anak-anak SMA & SMK, come on kita ulas sekarang.
SMA itu identik dengan masa-masa indah bagi kaum remaja, selain kita belajar, kita juga bisa bergaul dengan teman sebebas-bebasnya, apalagi dengan lawan jenis (aaaahhh…..), datang ke sekolah dijemput sang pujaan hati, tiba di sekolah, bergandengan tangan terus, (nempelll.. kaya’ lem, bosen ah prangko) ok lanjutin lagi yach!, setelah pulang diantarin juga. Tuh kan kelihatan jeleknya, belum lagi kejadian-kejadian di lingkungan sekolah, aduh minta ampun dech…(emangnya salah apa loe?), ada yang rebutan pacar, PDKT alias pendekatan, sampai-sampai perbuatan yang ga’ patut dikerjakan oleh seorang pelajar.
Emang sih menurut pelakunya itu sudah biasa, tapi yang ngeliat itu loh risih banget. Apalagi kalo kita kembalikan ke Hukum Islam sebagai Rahmatan lil Alamin, tentu perbuatan semacam itu dilarang keras!, tidak peduli itu siapa yang melakukan, kapanpun, dimanapun dan pun-pun yang lain (loh kok ga’ nyambung?!).
Nah sekarang bagian yang SMK, SMK itu bisa dibilang enak & juga bisa dibilang ga’ enak, because godaannya semakin dikit karena cewe’nya juga dikit atau bahkan ga’ ada sama sekali. Tapi bukan berarti siswa-siswi SMK tidak banyak yang bermaksiat, bahkan kerusakannya lebih parah (kaya’ barang rongsokan aja!). coba kita bayangkan, kalo laki-laki ketemu ama laki-laki yang dibicarakan asti seorang cewe’, begitu pula sebalikya, tidak mungkin tidak, karena semua itu merupakan sifat kita sebagai manusia, pasti ada rasa menyukai dan disukai. Tapi cara mencurahkan isi hati ini ke lawan jenis tersebut yang akan di pertanyakan .
Belom lagi omongannya yang kotor-kotor & jorok itu keluar dari mulut mereka, kan sama-sama laki-lakinya, jadi ga’ perlu sungkan lagi. sampai-sampai bawa film-film si “Unyil” yang disimpan dalam Hp trus ditonton rame-rame satu kelas dech. Ada juga yang membawa miras, ngerokok di “pojok’an” dan masih buanyak lagi kemaksiatan-kemaksiatan yang lain. Aduchh… betapa murkanya Allah SWT melihat kemaksiatan ini. Hal ini sudah tidak bisa kita biarkan lagi karena ini sudah menyangkut pahala & dosa. Makanya, bagi yang masih mempunyai pacar, cepet-cepet dech diputusin! Dosa-dosa kamu sudah terlalu berat untuk di tebus dengan pahala-pahalamu yang sudah kamu kumpulin. Dan bagi yang belom punya pacar atau yang berniat mencari pacar, segera hapus niat burukmu itu! Ganti dengan hal-hal yang positif, seperti mengikuti kajian-kajian Islam dll. Enak loh bisa menambah ilmu pengetahuan kita tentang Islam dan memperkuat Tsaqofah Islam kita, iya kan…?. Semoga ALLAH SWT selalu melimpahkan rahmatnya kepada kaum muslimin yang bertaqwa & selalu membuka Pintu Taubat selebar-lebarnya Aminn…..
Assalamualykum wr wb…
Menurut ana SMA-SMK sama saja, sistem pendidikannya sama2 kufur..G’ada BEDA-nya..sama-sama liberal, heddon dan sekuler…pemikiran remaja saat ini memang sudah kacau prend, bukan hanya siswa sekolah anak jalanan-pun perilakunya sama…jadi sekolah saat ini tidak bisa dijadikan standart seseorang menjadi pribadi yang syar’i. Karena sistem yang diterapkan kufur(liberal, sekuler, matrealisme) pemikiran remaja saat ini bila di analogikan bagai suatu penyakit itu ibarat uda kronis,tapi tiap penyakit pasti ada obatnya selama nyawa masih di badan.
hanya saja seorang dokter belum ada untuk memberikan obat itu. Obatnya satu, hanya islam dan dokterny adalah seorang khilafah…
untuk mencapai satu misi tegaknya KHILAFAH dan penerapan syariah islam secara kaffah butuh adanya pengemban dakwah yang tangguh….
maka jadilah pengemban dakwah dan rubahlah pemikiran dunia jahil menjadi toyyib…
mulailah dengan mengkaji islam ajak teman sebanyak-banyaknya sdarkanlah mereka…karena mereka adalah saudara kita yang butuh sekali bantuan kita..
wassalamualaykum wr wb…
dijaga ya perkataannya, jangan sampai beda lho ya… inget ma Allah…
alhamdulillah allah masih membrikan rahmat dan hidayahnya untuk kita, sebelumnya terimakasih karena sudah diingatkan. semua yang ana katakan itu fakta. ana baru lulus dari SMK.jadi ana merasakan betul. tidak ada bedanya dari segi moral, sosial apalagi ketakwaan, yang membedakan hanya materi yang di ajarkan yang itu bukanlah ilmu yang fundamental melainkan hanya teknis. jadi tidak penting antara SMA dan SMK. yang penting adalah perubahan sistem dari kapitalis menjadi ISLAM dengan di terapkannya syari’ah dan khilafah islamiyah. maka sistem pendidikan di indonesia bahkan di dunia akan menjadi sistem pendidikan yang cemerlang dan cerdas bukan seperti saat ini terjadi liberalisasi pendidikan yang menyebabkan kemerosotan ummat.